Harga Elpiji Naik Karena Intervensi Pemerintah
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 11:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kenaikan harga gas elpiji 12 dan 50 kilogram awal pekan ini merupakan intervensi pemerintah, bukan aksi korporasi PT Pertamina (persero) semata. Pasalnya, dalam surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu, tertulis subsidi elpiji, kecuali untuk konversi minyak tanah ke gas, akan dilepas pada 2009 nanti.
"Kami menemukan surat yang menyatakan hal itu. Jadi, jelas ini ada intervensi pemerintah," ujar pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Sabtu (29/8), di Jakarta.
Tulus melihat pemerintah tidak melakukan kontrol atas terjadinya efek domino antara konversi minyak tanah ke gas dan kenaikan elpiji tersebut. "Sekarang mau lebaran, harga bahan pangan dan elpiji naik, inflasi sudah pasti akan lebih dari 11 persen," katanya.
Jika Pertamina memberi alasan kenaikan harga ini karena mengalami kerugian Rp 6,7 triliun, Tulus mengatakan hal itu tidak masuk akal. "Kami menemukan bukti Pertamina meminta kepada presiden agar dapat memonopoli penjualan elpiji. Kalau rugi, mereka tidak mungkin meminta itu. Padahal banyak pemain asing yang ingin masuk bisnis itu," ungkapnya.
Oleh sebab itu, menurutnya, produksi elpiji Pertamina harus diaudit. Hal ini sama seperti Badan Pemeriksa Keuangan yang melakukan audit terhadap listrik milik PT PLN (persero).
Sorta Tobing




Komentar Anda [1] :