Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac

Minggu, 07 September 2008 | 08:52 WIB

TEMPO Interaktif, Washington:Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan segera mengambil alih dua perusahaan pembiayaan perumahan yang kini sedang bermasalah, Fannie Mae dan Freddie Mac. Manajemen kedua perusahaan itu juga akan diganti.

"Pemerintah akan bertindak sebagai manajemen baru," kata Barney Frank, Ketua Komite Jasa Keuangan Kongres Amerika Serikat.

Langkah pemerintah Amerika yang rencananya diumumkan secara resmi hari Minggu (7/9) waktu setempat, akan menyelamatkan kedua perusahaan itu dari utang terbesar dalam sejarah Amerika, di mana Fannie dan Freddie memiliki atau menjamin utang senilai US$ 12 triliun, atau separuh dari nilai pembiayaan perumahan Amerika. Langkah pemerintah ini juga merupakan penawar untuk mencegah kehancuran lebih lanjut dari pasar perumahan yang saat ini berada di titik terendah.

Kedua perusahaan tersebut selanjutnya akan masuk dalam pengawasan negara. Nilai saham kedua perusahaan itu akan terdilusi.

Pemerintah dan Bank Sentral AS telah memanggil pejabat penting Fannie Mae dan Freddie Mac pada Jumat (5/9) waktu setempat, dan mengatakan kepada mereka bahwa kedua perusahaan itu akan diambil alih oleh negara.

Pejabat kedua perusahaan itu juga sudah diberitahu perihal pergantian manajemen, sementara perusahaan dapat terus berjalan dengan dukungan pemerintah untuk utang-utang mereka.

Menurut New York Times, tidak mungkin menghitung nilai dari dana talangan pemerintah untuk kedua perusahaan itu. Namun potensi utang yang besar dari kedua perusahaan itu membuat para pembayar pajak harus membayar hingga puluhan miliar dolar.

Pemerintah AS pada 14 Juli lalu mengumumkan upaya penyelamatan darurat untuk dua perusahaan pembiayaan perumahan terbesar di Amerika ini. Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral mengumumkan berbagai kebijakan untuk memberikan pinjaman uang dan membeli sahamnya jika diperlukan untuk Freddie Mac dan Fannie Mae.

Rencana ini diperlukan untuk menenangkan investor, setelah harga saham kedua perusahaan itu anjlok hingga 40 persen akibat ketakutan akan ambruknya perusahaan.

Reuters/Ari Astri Yunita

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :