AirAsia X Tidak Terganggu Harga Minyak  

Minggu, 07 September 2008 | 09:55 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Perusahaan penerbangan AirAsia X mengatakan tidak akan ambruk seperti penerbangan murah lainnya. Saat ini penjualan tiket tetap tinggi, meski ekonomi tak menentu dan harga minyak tinggi.

Chief executif officer AirAsia X, Azran Osman-Rani, mengatakaan meski saat ini ada penurunan permintaan bepergian secara keseluruhan, perusahaannya tidak terpengaruh dengan penurunan itu.

Dia mengatakan biaya operasional perusahaannya lebih rendah dibandingkan perusahaan lain, dan perusahaannya tidak akan bernasib sama dengan perusahaan UK-Kanada Zoom dan Oasis berbasis Hongkong, yang jatuh bangkrut baru-baru ini.

"Kami penerbangan berbiaya rendah. Ada permintaan yang tinggi untuk biaya yang kami tawarkan," ujarnya kepada AFP baru-baru ini.

Pakar penerbangan mengkhawatirkan model bisnis AirAsia X yang menetapkan biaya setengah dari biaya yang ditawarkan perusahaan penerbangan normal lainnya.

Azram mengatakan kedatangan dua pesawat baru yang sangat efisian A330-300 di bulan Oktober dan Desember akan membuat biaya operasional lebih rendah.

"Banyak penerbangan menggunakan pesawat tua. Beberapa pesawat berusia 15 hingga 20 tahun. Oasis dan Zoom bangkrut karena menggunakan pesawat tua. Dengan harga minyak tinggi, tidak mungkin lagi menggunakan pesawat tua," ujarnya.

AirAsia X telah meneken kesepakatan dengan Airbus untuk membeli 25 pesawat A330-300.

Azran mengatakan Airbus akan mengirim tiga A330-300 tahun 2009, dan sisanya dijanjikan akan diserahkan tahun 2011.

"Kami butuh pesawat itu untuk melayani permintaan konsumen yang tinggi untuk rute yang telah ada dan rute-rute baru kami," ujarnya.

AirAsia X adalah perusahaan gabungan dari AirAsia dan Virgin Group yang diluncurkan Januari 2007. AirAsia dan AirAsia X memiliki pemegang saham yang sama, termasuk pendiri dan CEO AirAsia Tony Fernandes.

Richard Branson dari Virgin Group juga menguasai 20 persen dari saham perusahaan itu, dan miliuner Inggris itu telah menjamin proyeknya itu akan menghasilkan keuntungan.

AirAsia X saat ini hanya beroperasi dengan satu pesawat A330-300 yang menerbangi empat penerbangan seminggu antara Kuala Lumpur dan Gold Coast Australia, dan juga ke Hangzhou, Cina.

Perusahaan ini berencana melayani enam penerbangan per minggu antara Perth dan Kuala Lumpur pada 2 November dan melayani rute Melbourne mulai 12 November.

"Tiga bulan sebelum kami terbang ke Perth, setengah dari kursi telah terjual. Kami berharap 80 persen kursi terjual sebelum kami memulai penerbangan itu," kata Azran.

Dia mengaatakan penerbangan ke Gold Coast telah berlipat dua kali sejak diluncurkan November 2007, dan AirAsia X juga diharapkan untuk terbang ke Inggris di kuartal pertama 2009.

AFP/Erwin Z

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :