Bank Indonesia Dinilai Gagal Kawal Rupiah
Minggu, 07 September 2008 | 19:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) dinilai tidak mampu mengendalikan rupiah, sehingga rupiah terpuruk mendekati Rp 9.400 per dolar AS.
“Kalau bisa dibilang, bank sentral cenderung gagal dalam mengantisipasi keadaan yang berkembang dan menyebabkan pelemahan rupiah cukup dalam,” ujar pengamat pasar uang Farial Anwar Minggu (7/9).
Seharusnya BI bisa memonitor bank- bank asing mana yang membeli dolar dengan tujuan spekulasi. “Kalau perlu ditegur,” ujarnya.
Setelah dolar Amerika Serikat (AS) terpuruk terhadap mata uang dunia kini mulai berbalik arah. Sebagai patokannya, dolar sempat melemah hingga ke 1,6040 per euro. Hal ini terjadi karena memburuknya ekonomi AS dampak krisis Subprime Mortgage (kredit kepemilikan rumah), serta tekanan dari meroketnya harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level US$147 per barel.
Namun seiring turunnya harga minyak, perlahan ? lahan dolar mulai berbalik menguat terhadap mata uang global. Dan belahan dunia lainnya yakni kawasan eropa seperti Inggris, Jerman, Italia, Prancis kini mulai dilanda krisis finansial menjadi pemicu penguatan dolar.
Rupiah pun terkena imbasnya, pada transaksi akhir pekan kemarin rupiah kembali terkapar ke level Rp 9.372 per dolar AS dari posisi pekan sebelumnya di Rp 9.145 per dolar AS.
Menurut Farial, jatuhnya harga saham dalam sepekan kemarin, Obligasi Retail Indonesia (ORI005) yang kurang laku dapat diindikasikan bahwa para pelaku pasar mulai mengalihkan dananya dari mata uang rupiah ke dalam dolar AS yang cenderung menguat di pasar global.
Apabila pelaku pasar melakukan profit taking (aksi ambil untung) rupiah bisa berbalik menguat ke level Rp 9.250 per dolar AS, namun bila bursa saham global kembali bergejolak tidak tertutup kemungkinan rupiah akan terus melemah ke Rp 9.500 per dolar AS nya.
VIVA B.K
Topik :




Komentar Anda :