Subsidi Listrik 2009 Diusulkan Rp 60,43 Triliun

Senin, 08 September 2008 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengajukan usulan asumsi subsidi listrik tahun 2009 sebesar Rp 60,43 triliun.

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, J. Purwono memaparkan, asumsi itu terdiri dari subsidi tahun berjalan 2009 sebesar Rp 61,33 triliun dan kekurangan subsidi 2007 hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan sebesar Rp 5,48 triliun. Sehingga total subsidi seharusnya mencapai Rp 66,81 triliun.

"Total subsidi tahun berjalan itu akan dikurangi dengan asumsi lainnya," katanya dalam Rapat Kerja Komisi Bidang Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (8/9).

Pengurangan yang dimaksud adalah dengan memasukkan (<I>carry over</I>) subsidi tahun depan ke dalam tahun anggaran 2010 sebesar Rp 1,57 triliun dan langkah penghematan yang diperkirakan mencapai Rp 6,17 triliun.

Menurut Purwono, asumsi subsidi itu telah disesuaikan dengan beberapa asumsi lainnya, yakni pertumbuhan listrik yang berubah dari sebelumnya diasumsikan 6,72 persen menjadi 5,63 persen.

Asumsi lainnya, harga gas dari 3,47 dolar AS per MMBTU naik menjadi 3,70 dolar AS per MMBTU. Harga batu bara dari semula 650 per kilogram menjadi 750 per kilogram. Sedangkan alpha MFO atau margin dari penyaluran minyak bakar untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari semula 5 persen menjadi 9 persen.

Sedangkan margin usaha bagi PLN atas subsidi ini diusulkan sebesar 1 persen, berbeda dengan tahun ini ketika perusahaan setrum negara itu tak diberi margin.

Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung.

AGOENG WIJAYA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :