Cina Khawatirkan Pengaruh Sistem Keuangan Liberal Hong Kong
Selasa, 09 September 2008 | 10:19 WIB
TEMPO Interaktif, Washington: Beijing mengkhawatirkan sistem keuangan yang terlalu bebas di Hong Kong dapat mengundang pengaruh buruk ke Cina dan mengacaukan pertumbuhan ekonominya.
"Cina saat ini memiliki situasi yang sangat unik. Ini negara yang memiliki dua sistem keuangan, sistem Hong Kong yang sangat terbuka, sangat bebas, sangat efisien, sangat modern, dibandingkan dengan sistem Cina secara keseluruhan," kata K.C. Kwok, pakar ekonomi pemerintah Hong Kong Senin malam waktu Washington.
"Namun, pada saat yang sama, Cina juga sangat khawatir jika kami secara bertahap membuka sistem kami dan Hong Kong menjadi begitu terbuka, pengaruh buruk pasar keuangan--jika terjadi sesuatu yang salah di dunia luar--dapat memasuki Cina melalui Hong Kong," ujarnya dalam forum Carnegie Endownment for International Peace di Washington.
Dia mengatakan mengelola risiko keuangan dan pengaruh buruknya merupakan subyek dalam pemikiran para pembuat keputusan Cina.
"Sehingga ada peluang sangat besar namun juga berbagai isu yang harus kami perhatikan betul," ujarnya.
Hong Kong, wilayah administratif khusus dari Cina, adalah pusat manajemen keuangan terkemuka Asia, merupakan tempat dari 80 manajemen keuangan, termasuk dari Amerika Serikat, Inggris, dan Swiss.
Hong Kong juga menyaksikan penyebaran mata uang yuan Cina terkait bisnis dan menjadi tempat pertama di luar daratan Cina untuk pasar saham yuan.
Kwok mengatakan Hong Kong melakukan pengawasan dan standar perundangan sangat ketat untuk mengetahui pengaruh buruk ke Cina.
Dia juga mengatakan liberalisasi sistem keuangan merupakan subyek sangat sensitif di Cina.
"Jika anda berbicara pada pembuat keputusan di Cina, mereka percaya bahwa krisis keuangan 1997-1998 di Asia terjadi karena fakta negara-negara berkembang meliberalisasikan sektor keuangan mereka terlalu cepat, sebelum mereka memiliki pondasi," ujar Kwok.
AFP/Erwin Z
Topik :




Komentar Anda :