Tiga Pabrik Material Terancam Pailit

Rabu, 10 September 2008 | 06:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat serbuan produk-produk buatan Cina yang harganya lebih murah, sejumlah pabrik material bahan bangunan terancam pailit. Ketua Ikatan Pabrik Paku dan Kawat (Ipaki), Ario N. Setiantoro mengatakan ada satu pabrik yang sudah total stop produksi dan dua pabrik yang menghentikan sebagian produksinya. Diantaranya, PT Arga Mas Bajatama (Jakarta) dan PT SM (Surabaya).

"Ini akibat serbuan produk paku Cina," kata Ario di Jakarta, Selasa (9/9). Harga paku domestik umumnya sekitar Rp 10.000 per kilogram, namun Cina menjualnya hanya dengan harga Rp 8.000 kilogram. Periode Januari-April 2008, impor paku dari Cina telah mencapai 10 ribu ton, padahal total impor tahun lalu sebesar 13 ribu ton. Itu belum termasuk pabrik-pabrik paku skala kecil dari Cina yang didirikan di Indonesia. 

"Kami minta BKPM tidak mengijinkan lagi pabrik paku dari luar negeri masuk. Sekarang produk lokal setengah kolaps," keluhnya. Dia menambahkan, seharusnya BKPM mempunyai daftar pasokan dan permintaan paku dalam negeri sehingga produk paku tidak kelebihan pasokan. Nieke Indrietta

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :