Indeks Berpotensi Menguat
Jum'at, 19 September 2008 | 06:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berpotensi menguat dalam sesi perdagangan pada Jumat (19/9) ini. Dalam tiga hari berturut-turut, indeks mengalami apresiasi setelah sebelumnya jatuh cukup dalam.
Analis PT BNI Securities M. Alfatih menjelaskan, penguatan kembali disebabkan dorongan jangka panjang di sekitar level 1.700 yang mampu menahan penurunan indeks. Selain itu, kata dia, saham-saham unggulan (blue chip) menguat dengan volume perdagangan yang cukup besar. ”Potensi teruji di 1.800 sebelum 1.900, sementara support ada di 1.720,” ujarnya kepada Tempo saat dihubungi.
Dia melanjutkan, momentum teknikal seperti kebangkrutan lembaga keuangan Lehman Brothers dan ancaman kebangkrutan yang dialami Washington Mutual menjadi sentimen positif. ”Regional tidak mendukung tapi internal tidak apa-apa,” kata Alfatih.
Menurut dia, kondisi ini bisa mengangkat rupiah meski dalam jangka pendek. Sementara untuk mengalahkan tekanan, Alfatih berpendapat indeks harus diuji di level resistance.
Sementara itu, nilai tukar mata uang pada hari ini diprediksi juga menguat seperti IHSG. Alfatih berpendapat hal itu disebabkan penurunan overnight yang dilakukan bank sentral menyebabkan pasar lebih likuid. Alfatih memprediksi rupiah berpotensi menguat di level Rp 9.325 per dolar, dengan pergerakan Rp 9.300-9.400.
Rieka Rahadiana




Komentar Anda :