Krisis Keuangan Amerika Bisa Merembet ke Sektor Industri

Senin, 22 September 2008 | 19:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan krisis keuangan di Amerika Serikat bisa merembet ke sektor industri, sementara sektor yang terkena pertama adalah sektor keuangan, perbankan, dan sektor pembiayaan lain.

"Kalau sektor perbankan kena, bisa merembet pada sektor lain misalnya industri," kata Fahmi di Departemen Perindustrian, Jakarta, Senin (22/9).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), M.S. Hidayat, berpendapat senada. Menurutnya, pada saat krisis, perbankan akan memperketat pengeluaran dananya sehingga likuiditas dalam keadaan terbatas.

Hidayat menambahkan, suku bunga, deposito dan bunga pinjaman saat ini sedang tinggi. Otomatis, pengusaha akan kesulitan mencari pinjaman dana. "Ekspansi usaha akan sangat sulit," kata Hidayat.

"Pemerintah mesti mengusahakan peningkatan indeks saham di Indonesia, supaya tidak menekan kinerja sektor riil," ujar Hidayat.

Selain krisis likuiditas, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian, Fauzi Azis, mengatakan kendala yang dihadapi industri untuk ekspansi adalah pasokan listrik. Saat industri kecil dan menengah akan melakukan ekspansi usaha, pengadaan listrik di daerah itu tidak mendukung. Kemudian, ketika mereka mengajukan permintaan untuk tambahan pasokan listrik pada pemerintah setempat, mereka tidak mendapat jawaban. "Sehingga rencana ekspansi usaha hanya cita-cita yang tidak kesampaian," kata Fauzi.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Soetrisno mengatakan kebijakan moneter yang kurang tepat bisa menyebabkan stagnasi di sektor riil. Aliran dana modal terkonsentrasi pada obligasi pemerintah dan investasi jangka pendek. Sehingga, aliran modal di sektor riil minim. "Kalau sektor riil tidak berkembang, pengangguran bertambah," ujarnya.

Kinerja di sektor riil, menurut Benny, bisa bertumbuh jika alokasi pihak swasta pada obligasi pemerintah dibatasi, sehingga aliran modal akan mencari sektor riil dengan bunga kredit yang lebih rendah.

Nieke Indrietta

 

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :