Pengendalian Jumlah Motor Butuh Keputusan Politik
Sabtu, 27 September 2008 | 08:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Keselamatan Transportasi Darat Departemen Perhubungan, Soeripno, mengatakan pembatasan jumlah sepeda motor memerlukan keputusan politik. "Ini salah satu langkah untuk mengurangi pemudik menggunakan motor," kata Soeripno.
Menurut Soeripno, keputusan politik diambil sesuai dengan keinginan dan kepentingan semua pihak. Pilihannya , kata dia, jumlah sepeda motor akan dibatasi atau dilepaskan beredar seperti saat ini. Apabila dibatasi, tentu saja akan mempengaruhi industri dan bisa jadi menimbulkan rekasi dari produsen. Jika dibiarkan tanpa kendali, kesemrawutan di jalan kian sulit diatasi.
Alternatif pembatasan pemudik sepeda motor, kata Soeripno, dapat dilakukan dengan pelarangan beroperasinya sepeda motor di luar pelat nomor polisi. "Penggunaan sepeda motor untuk perjalanan panjang tidak bermanfaat banyak," ujarnya.
Soeripno menambahkan, pembuatan jalur khusus sepeda motor di jakarta kurang efektif. Selain membutuhkan banyak biaya, mendisiplinkan pengguna motor amat sulit. Volume jalan di Ibu Kota Jakarta tidak bakal bisa sebanding dengan pertumbuhan kendaraan yang tidak dikendalikan.
Pemakaian sepeda motor naik sebesar 18,09 persen dari 2,12 juta motor pada 2007 menjadi 2,51 juta motor pada 2008. Dominasi motor lebih disebabkan oleh murahnya biaya transportasi jika dibandingkan dengan angkutan umum atau mobil.
Ismi Wahid
Topik :
- Yang kaya yang di bela
Wah sebagai orang miskin, yang ga mampu beli mobil, saya merasa dianaktirikan. Lagi yang bikin macet jalan tuh siapa?. kan mobil lebih gede dan lebih besar menggunakan area jalan. kok sepeda motor yang dihukum. Dasar pemerintah edan. Selalu membela orang kaya.
-- Wen, Jakrta, 27/09/2008 12:18:48 wib




Komentar Anda (1) :