close

Kalla Yakin Indonesia Aman dari Krisis Keuangan

Rabu, 01 Oktober 2008 | 21:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin Indonesia tidak terkena dampak krisis keuangan Amerika Serikat secara signifikan. Pengaruh krisis diperkirakan hanya menurunkan nilai ekspor Indonesia akibat turunnya daya beli di Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa.

"Jadi tenang saja, selama domestik kita oke, fundamental domestik ekonomi cukup baik. Terkecuali saham yang bergerak, tapi hari ini ada pergerakan sedikit,' kata Kalla Rabu (1/10), di sela acara terima tamu dihari lebaran di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta.

Kalla yang sempat membicarakan sesuatu selama beberapa menit dengan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, mengatakan Bank Indonesia tidak perlu khawatir dengan krisis itu. Apalagi, kondisi Indonesia saat ini tidak memiliki banyak kredit seperti yang terjadi pada krisis keuangan sekitar 10 tahun lalu.

Menurutnya, kredit yang dinikmati Indonesia saat ini lebih diprioritaskan untuk infrastruktur dan industri pertanian. Sehingga, kredit itu mampu memberi nilai tambah. Namun demikian, penurunan nilai ekspor itu tetap akan terasa dampaknya di kalangan eksportir maupun perusahaan yang memiliki saham internasional.

Meskipun nilai ekspor dipastikan turun, sebagian besar volume ekspor Indonesia ke Amerika, Jepang, dan negara-negara Eropa adalah energi. Dan permintaan atas energi tidak mungkin berkurang. "Sehebat apa pun krisis di Amerika, mereka tetap butuh minyak, batubara, gas. Jadi tidak akan menurun (volume ekspornya). Berbeda dengan Cina, manufakturnya bisa menurun karena faktor daya beli," kata Kalla.

Kalla berpendapat, uang bergerak dari bursa ke komoditas dan dari komoditas ke perbankan dalam krisis keuangan. "Ternyata krisis monetering itu kan zero sum. Uang berputar-putar saja sebenarnya, sehingga tidak akan banyak dampaknya ke kita. Biasa sajalah," katanya.

Kurnasih Budi

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [2] :

  • Anda kan ekonem dan pedagang

    Pak Kala, anda itu wakil presiden, ekonom, pedagang, politikus. Kalau mau ngomong jangan seenak-nya aja. Indonesia bukan Golkar tahu.

  • Kalau kaum pemimpin,intelek berbohong, rakyat bisa harapkan apa?

    Suka tidak suka, ekonomi USA adalah pilar semua ekonomi dunia.

    Seluruh pemimpin dunia ( kecuali MJK )kuatir dengan ekonomi USA yang dampaknya akan dasyat pengaruhnya kepada ekonomi lokal negaranya. jadi ada lumrah mereka bergotong royong ingin mengatasinya.

    Repotnya, kalau pemimpin kita itu karbitan, tidak pernah jadi pemimpin organisasi swasta tingkat nasional, mendadak jadi Menteri karena rekomondasi alm Jenderal M.Jusuf, jadi ya begini ini, pemimpin melucu ! dagelan.

    Parahnya, dagelan tersebut didukung oleh pemimpin tertinggi secara diam-diam karena tidak berani melawannya.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan