Inflasi September Naik Tajam
Senin, 06 Oktober 2008 | 15:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tingkat inflasi bulan September 2008 tercatat sebesar 0,97 persen dengan indeks harga konsumen 113,25. Angka ini meningkat dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi 0,51 persen dan IHK 112,16.
Sementara laju inflasi Januari-September 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi dibandingkan dengan September 2007 (year on year) naik sebesar 12,14 persen. "Tertinggi selama empat bulan terakhir," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ali Rosidi, dalam paparan di kantornya, Senin (6/10).
Dari 66 kota yang dipantau BPS, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 2,80 persen dan terendah di Manado 0,03 persen. Pada Agustus lalu ada enam kota yang mengalami deflasi.
Inflasi September terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks pada tujuh kelompok barang jasa, terutama bahan makanan. "(Bahan makanan) tertinggi menyumbang inflasi, misal daging sapi dan daging ayam ras," jelas Ali.
Kenaikan harga yang menyumbang inflasi adalah kelompok bahan makanan 1,90 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,94 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,22 persen, kelompok sandang 0,50 persen, kesehatan 0,36 persen, pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,63 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22 persen.
Ali memperkirakan kecenderungan beberapa bulan ke depan laju inflasi tidak akan meningkat tajam seperti akhir tahun 2007. "Saat itu akhir tahun ada momentum Lebaran," katanya.
Saat ditanya soal target inflasi pemerintah 11,5 pemerintah, dia menjawab,"Kita lihat saja, saat ini sudah tinggi."
Harun Mahbub
Topik :




Komentar Anda :