Pemerintah Diminta Menata Pasokan Gas Nasional

Selasa, 07 Oktober 2008 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah perlu melakukan penataan mata rantai produksi gas, dari hulu hingga hilir, secara nasional. Alasannya, saat ini koordinasi antardepartemen dan pemasok gas belum berjalan konsisten. Akibatnya pasokan gas untuk domestik selalu bermasalah atau kurang.

"Jadi mulai dari hulu hingga konsumen harus ditata.Perencanaannya perlu dilakukan setiap tahun, juga untuk jangka panjang," ujar Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Abdul Muin, Selasa (7/10). 

Dia menjelaskan perencanaan itu bisa dimulai dari daerah mana yang memerlukan gas. Kemudian ditentukan jumlah pasokan dan akan diperoleh dari mana atau melalui pipa mana saja.

Menurut dia, pemerintah juga harus mulai menentukan skala prioritas. "Sebab kami punya dua kepentingan. Di satu sisi ingin menjaga keamanan pasokan dalam negeri. Dan sisi lain kita (Indonesia) juga perlu devisa dari hasil ekspor," katanya.

Terkait dengan rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk untuk fokus memasok gas PLN tahun depan, dia mengaku pihaknya tidak tahu pasti rencana itu. "Gas itu tidak bisa dikembangkan tiba-tiba. Orang juga tidak bisa minta tiba-tiba. Makanya, perlu penataan yang baik berskala nasional,"  kata Muin.

SORTA TOBING
 

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :