Bank Sentral Dianggap Gagal Kawal Rupiah
Selasa, 07 Oktober 2008 | 16:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter dinilai gagal mengawal stabilitas nilai tukar rupiah. Pasalnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terlalu cepat.
Pengamat pasar keuangan Farial Anwar mengatakan langkah BI menaikkan BI rate tidak akan mampu mengendalikan pergerakan rupiah karena pelaku pasar tidak lagi tertarik suku bunga tinggi akibat kepanikan di pasar keuangan, terutama pasar modal.
"BI sudah gagal menjaga rupiah karena tidak punya upaya yang betul-betul konkret untuk mengawal rupiah," kata Farial hari ini.
Dia menjelaskan bahwa mengendalikan rupiah tidak harus mengandalkan cadangan devisa tapi bisa didukung dengan menerbitkan aturan yang membatasi gerakan spekulan untuk mengalihkan investasinya ke dolar Amerika Serikat atau rupiah.
Dia mencontohkan bahwa di banyak negara, setiap pembelian dolar Amerika Serikat senilai US$ 200 ribu atau lebih, harus menyertakan detil penggunaan dana itu berikut alat buktinya untuk memastikan dana tersebut tidak untuk spekulasi.
Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tony Prasentiantono juga mengemukakan BI gagal menjaga nilai tukar rupiah pada posisi yang aman. "Kenaikan BI rate menjadi 9,5 persen pun tidak di respon positif oleh pasar karena dosisnya dianggap kurang," ujar Tony.
Eko Nopiansyah
Topik :




Komentar Anda :