Bursa Jakarta Diperkirakan Bakal Terseret Amerika

Rabu, 08 Oktober 2008 | 08:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indeks bursa efek Indonesia diperkirakan mengalami terseret jatuhnya bursa saham Amerika Serikat. "Indeks Dow Jones AS masih dalam tren menurun sehingga akan ada titik terendah berikutnya yang akan menekan IHSG," ujar analis pasar modal PT BNI Securities, Muhammad Alfatih, pada Rabu (8/10) pagi.

Ia mengatakan jika indeks gabungan Jakarta turun sampai 1.600, maka akan memunculkan minat beli para pelaku pasar. Namun, minat beli tanpa intervensi dari pemerintah dan Bank Indonesia akan sulit terjadi karena sebagian sudah rugi cukup besar.

Kemungkinan harga saham tidak memburuk hanya dari kabar penarikan kembali saham perusahaan pemerintah. "Harga saham BUMN itu akan menjadi lebih stabil di tengah jatuhnya indeks," ujarnya.

Kemarin indeks turun 29,02 poin (1,76 persen) ke level 1.619,72. Indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran 1.580. "Investor sebaiknya menghindari saham yang sensitif terhadap pergerakan rupiah dan inflasi," katanya.

Ia merekomendasikan investor mulai mengkoleksi saham dengan fundamental dan arus kas kuat serta penjualan meningkat. "Saham seperti itu sesuai untuk investasi jangka menengah dan panjang," ungkap Alfatih.

Sedang nilai rupiah, ia memperkirakan bisa ditahan penurunannya setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 9,5 persen. "Setelah sempat menembus harga 9.700, kemungkinan rupiah bisa bergerak di kisaran Rp 9.500 hingga Rp 9.600 per dolar AS saat ini," tambah Alfatih.

Sorta Tobing

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :