Pemerintah Akan Kurangi Volume Impor Minyak
Rabu, 08 Oktober 2008 | 11:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk mengurangi dampak krisis global di sektor perminyakan pemerintah akan mengurangi volume impor minyak. Hal itu diutarakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. "Kondisi saat ini impor merugikan," ujar Purnomo.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak pemerintah berharap peraturan tentang mandatori bahan bakar nabati bisa membantu."Kami sudah keluarkan mandatori bahan bakar nabati, diharapkan bisa mengurangi impor BBM, selain itu kilang-kilang akan kita optimalkan" ujar Purnomo.
Purnomo mengatakan bahwa pelaksanaan mandatori bahan bakar nabati, atau keharusan menggunakan minimum biofuel pada bahan bakar, saat ini sudah tepat. "Apalgi sekarang harga palmoil sedang turun, yang nantinya akan diikuti oleh harga bahan biofuel yang lain," kata Purnomo.
Ada empat sektor yang wajib menggunakan minimal bahan bakar nabati, yaitu trasportasi bersubsidi, trasportasi nonsubsidi, industri komersil, dan pembangkit listrik.
AGUNG SEDAYU
Topik :




Komentar Anda :