Sektor Pertanian Siap Jadi 'Bemper' Krisis
Rabu, 08 Oktober 2008 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sektor pertanian dinilai paling tahan terhadap gonjang-ganjing krisis keuangan dan perlambatan ekonomi global yang saat ini tengah meruyak.
Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Khrisnamurti menyatakan, berkaca pada krisis 1997/1998 sektor pertanian, Usaha Kecil dan Menengah, dan sektor informal-lah yang tetap eksis ditengah krisis.
Menurut Bayu, krisis saat ini juga dimulai dari sektor finansial sehingga menurutnya yang akan terkena imbas paling dalam juga sektor finansial serta sektor riil yang punya keterkaitan paling kuat dengan sektor finansial, seperti properti.
"Keterkaitan sektor pertanian dengan sektor pertanian kecil sehingga pengaruhnya juga kecil," kata dia. Pertanian menurutnya memiliki pola pembiayaan sendiri yang lebih tahan banting dari hantaman krisis.
Dengan demikian, Bayu menilai pertanian, UKM dan sektor infromal masih tetap akan tumbuh serta bisa menciptakan kesempatan kerja.
Hanya saja, Bayu menilai juga perlu diwaspadai penurunan permintaan akibat perlambatan ekonomi di AS dan negara-negara lainnya.
Penurunan permintaan menurutnya akan berpengaruh terhadap laju ekspor, termasuk ekspor produk pertanian. Hal ini sudah terasa di ekspor dua komoditas yaitu CPO dan kakao.
"Dampak krisis kepada sektor pertanian dan UKM lebih berasal dari sisi permintaan (demand side) bukan keuangan (finansial)," kata Bayu.
Gunanto E. S.
Topik :
- Perlunya konsistensi pemerintah di sektor pertanian
Tiap krisis, selalu ada statemen seperti itu dari pemerintah. Tapi ya cuma omong doang. Buktinya, 10 tahun sejak krisis 1998, tetap saja : pemerintah tidak perbaiki sarana irigasi ; membiarkan pupuk mahal karena BUMN nya lebih suka ekspor pupuk cari untung ; tiap mau tanam petani harus beli benih yang dikuasai segelintir pengusaha yang harganya makin naik ngikuti harga jual komoditasnya. Jadi, apa dengan bikin statemen begitu tugas anda selesai, pak Deputi?
-- Buya, Bandung, 08/10/2008 17:34:44 wib
- Pertanian modal dasar dalam keuangan negara
selama ini pertanian dalam pandangan saya dapat menahan stabilitas perekonomian... karena negara Indonesia sangat Subur dan mempunyai ikLim yang bagus...
andai saja pemerintah lebih memotivasi dan mendukung setiap kinerja pertanian
dan bagi saya konjagan dan krisis di AS tidak terlalu mempengaruhi Indonseia,dan tidak akan menimbulkan dampak yang sangat bahaya seperti yang terjadi pada 10 tahun yang lalu...
dan saya berharap sektor Pertanian dapat menimbulkan efek yang baik dan dapat menjadi modal dalam Negara...
tinggal Kita dan seluruh oknum pemerintah yang terkait dapat bekerja dengan jujur dan bersih,dengan tujuan hanya membangun negara Indonesia menjadi Negara Adidaya..
dan seperti artikel diatas.. Pertanian akan benar-benar menjadi Bemper bagi negara Indonesia...saya rasa untuk saat ini Pertanian belum menjadi Bemper bagi Indonesia.-- Riki, Jakarta, 08/10/2008 16:53:50 wib




Komentar Anda (2) :