Ekspor Indonesia Bidik Rusia dan Timur Tengah

Sabtu, 11 Oktober 2008 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Padang: Indonesia akan mengalihkan orientasi ekspor dari Amerika Serikat ke Rusia dan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi krisis global.

"Akibat krisis ini maka terjadi berbagai perubahan-perubahan di berbagai negara, khususnya yang selama ini menjadi pembeli dari produk-produk Indonesia. Salah satu dampaknya daya beli melemah," kata Fahmi Idris Sabtu (11/10), di Padang, Sumatera Barat.

Menurut Fahmi, daya beli dari negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia selama ini, seperti Amerika Serikat dan Eropa, sedang melemah. Oleh karena itu, Indonesia harus membidik sasaran ekspor pada negara lain yang cukup kuat.

"Ambil contoh Rusia dan Timur Tengah. Jadi sekarang kita mengubah pasar dari negara Amerika Serikat dan Eropa ke negara itu, dan kita sudah mulai. (Namun) tentu hasilnya belum dapat dirasakan sekarang," kata Fahmi.

Keberhasilan pengalihan ekspor ini, kata Fahmi, bergantung pada pengusaha yang bisa memasarkan produknya ke tempat lain.

Febrianti

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :