Besok, Pemerintah Ajukan Revisi RAPBN 2009
Minggu, 12 Oktober 2008 | 14:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Pemerintah akan mengajukan revisi Rancana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) perubahan 2009 ke parlemen, Senin, (13/10), besok. "Menteri Keuangan akan menyampaikan di rapat kerja dengan Panitia Anggaran besok pukul 10.00 WIB," kata Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Azis kepada Tempo, Minggu (12/10).
Harry mengatakan, pemerintah dan Panitia Anggaran DPR sudah sepakat untuk membicarakan kembali RAPBN 2009 yang baru disepakati untuk mengakomodir perkembangan ekonomi global yang sangat dramatis akhir-akhir ini.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menyepakati asumsi ekonomi dalam RAPBN 2009. Diantaranya, pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, inflasi 6,2 persen, SBI 8 persen, nilai tukar rupiah 9,150 per dollar AS, harga minyak US$ 95 per barel, lifting 960 ribu barel per hari, serta defisit 1,7 persen.
Harry menilai asumsi tersebut memang rawan terkoreksi dan perlu disesuaikan dengan kondisi perekonomian global yang tengah bergejolak. Ia menyebutkan, harga minyak dengan tren yang semakin menurun semestinya dipasang pada level yang lebih rendah. "Mungkin bisa ke US$ 85 per barel," katanya.
Kurs rupiah menurutnya juga kurang realistis jika dipasang pada Rp 9.150 per Dollar AS. Dengan perkembangan terkini, kata dia, semestinya berada pada level 9.250-9300.
Demikian pula tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan inflasi yang dinilainya harus lebih tinggi. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, Harry menadaskan, semestinya lebih rendah karena rawan terkoreksi oleh perlambatan ekonomi global.
Pemerintah, hanya punya waktu satu hari saja untuk membahas dan menyepakati perubahan RAPBN 2009 untuk mengadopsi dampak krisis tersebut. Ia pun tak menjamin DPR dan pemerintah akan menyepakati perubahan-perubahan asumsi dalam RAPBN 2009.
"Jika tak tercapai kesepakatan akan kembali ke asumsi awal atau diajukan pada APBN perubahan tengah tahun depan," katanya.
Harry mengharapkan pemerintah mengajukan asumsi yang rasional bukan berdasar pada kepanikan dan ketakutan akan badai krisis ekonomi global.
Dari pembicaraan informal pemerintah dan DPR, revisi asumsi RAPBN 2009 yang akan diajukan besok adalah pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6,1 persen, inflasi naik menjadi 7 persen, suku bunga SBI naik 8,5 persen, nilai tukar rupiah menjadi Rp 9.300 per dollar AS, harga minyak diturunkan menjadi US$ 90 per barel, lifting tetap 960 ribu per barel, dan defisit turun drastis menjadi 1,3 persen.
Gunanto E S
Topik :




Komentar Anda :