PLN Optimistis Dapat Pinjaman dari Cina

Senin, 13 Oktober 2008 | 15:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Fahmi Mochtar, optimistis akan mendapat pinjaman valuta asing dari perbankan Cina untuk proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW).

"Dampak krisis finansial memang terasa ke seluruh dunia, terutama AS dan Eropa. Tapi untuk Cina dan Timur Tengah, perekonomian mereka tidak akan sampai terjun bebas," ujarnya kepada <I>Tempo</I>, Senin (13/10), di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Jakarta.

Selain itu, menurutnya, Cina memiliki kepentingan cukup besar dalam proyek 10.000 MW. "Perusahaan asal Cina banyak yang terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik proyek itu," katanya.

Saat ini BUMN listrik itu sedang mencari pinjaman valas US$ 2,9 juta untuk proyek 10.000 MW. Pembicaraan dengan berbagai bank internasional, salah satunya dari Cina, saat ini masih berlangsung dan belum mencapai keputusan.

Fahmi menambahkan pendanaan untuk proyek 10.000 MW pada 2009 sudah aman. "Hanya kurang sedikit. Sekarang lagi diidentifikasi angkanya," tambah dia. Sementara untuk 2010, masih banyak yang harus dicari dananya.

Terkait soal penurunan harga minyak dunia yang saat ini sudah mencapai di bawah US$ 100 per barel, Fahmi melihat ada kemungkinan subsidi listrik dalam RAPBN 2009 akan berkurang.

Oleh karena itu, PLN akan berusaha meningkatkan pemakaian bahan bakar gas dalam pembangkitnya. "Kami juga akan melakukan aksi korporasi untuk mengantisipasi turunnya subsidi listrik," ungkap Fahmi.

Ketika ditanya apakah aksi korporasi itu termasuk penerbitan obligasi sebesar Rp 3 triliun, ia menambahkan perusahaan masih menunggu saat yang tepat. "Kondisi pasar sekarang belum memungkinkan kami menerbitkan obligasi itu," ucapFahmi.

Sorta Tobing

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :