PLN Optimistis Dapat Pinjaman Dari Perbankan Cina
Senin, 13 Oktober 2008 | 15:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (persero) Fahmi Mochtar optimistis akan mendapat pinjaman valas dari perbankan Cina untuk proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW).
"Dampak krisis finansial memang terasa ke seluruh dunia, terutama AS dan Eropa. Tapi untuk Cina dan Timur Tengah, perekonomian mereka tidak akan sampai terjun bebas," ujarnya kepada Tempo, hari ini.
Selain itu, menurutnya, Cina memiliki kepentingan cukup besar dalam proyek 10.000 MW. "Perusahaan asal Cina banyak yang terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik proyek itu," katanya.
Fahmi menambahkan pendanaan untuk proyek 10.000 MW pada 2009 sudah aman. "Hanya kurang sedikit. Sekarang lagi diidentifikasi angkanya," tambahnya. Sementara untuk 2010, masih banyak yang harus dicari dananya.
Terkait soal penurunan harga minyak dunia yang mencapai di bawah US$ 100 per barel, Fahmi melihat ada kemungkinan subsidi listrik dalam RAPBN 2009 akan berkurang. Oleh karena itu, PLN akan berusaha meningkatkan pemakaian bahan bakar gas dalam pembangkitnya.
"Kami juga akan melakukan aksi korporasi untuk mengantisipasi turunnya subsidi listrik," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah aksi korporasi itu termasuk penerbitan obligasi sebesar Rp 3 triliun, ia menambahkan perusahaan masih menunggu saat yang tepat. "Kondisi pasar sekarang belum memungkinkan kami menerbitkan obligasi itu," tambah Fahmi.
Sorta Tobing
Topik :




Komentar Anda :