Persediaan Pupuk Tahun Depan Ditambah
Senin, 13 Oktober 2008 | 20:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta :Pemerintah akan menambah persediaan pupuk untuk masa tanam hingga tahun depan. Alasan penambahan ini karena meningkatnya aktivitas pertanian di bebeberapa provinsi.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Soetarto Alimoeso mengatakan, penambahan persediaan pupuk ini sudah disahkan dengan peraturan Menteri Pertanian Nomor 42 tahun 2008 tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi Pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian 2008.
"Alasannya dari rekomendasi pupuk yang disediakan masih dibawah kebutuhan, tetapi di lapangan ada daerah-daerah yang betul-betul kurang dan ada yang kelebihan." ujar Soetarto usai mengikuti rapat pimpinan di kantor Departemen Pertanian, Senin (13/10).
Dari peraturan menteri itu disebutkan penambahan meliputi semua jenis pupuk. Disebutkan untuk pupuk Urea menjadi 4,4 juta ton dari 4,3 juta ton, sedangkan pupuk ZA menjadi 800 ribu ton dari 700 ribu ton, NPK menjadi 1,3 juta ton dari 800 ribu ton. Dan pupuk organik menjadi 450 ribu ton dari 345 ribu ton.
Sedangkan harga eceran tertinggi, kata Soetarto, masih tetap karena adanya subsidi. Karenanya subsidi untuk pupuk ini bertambah.Dari peraturan itupun harga ditetapkan untuk Urea Rp 1200 per kilogram, ZA Rp 1050 per kilogram, Superphos Rp 1550 per kilogram, NPK Phonska Rp 1750 per kilogram,NPK Pelangi Rp 1830, NPK Kujang Rp 1586 per kilogram dan organik Rp 500 per kilogram.
Sedangkan untuk masa tanam dalam waktu dekat ini pemerintah menyediakan 100 ribu ton sebagai cadangan dan sudah dibagikan ke provinsi provinsi yang tinggi serapannya. Dia mengatakan daerah yang serapannya rendah sudah direalokasi. Penambahan diberikan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan. "Penambahan lebih dari 10 ribu ton karena daerah-daerah itu terjadi peningkatan aktivitas pertanian," katanya.
Selain itu juga disiapkan agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Dia meminta pengecer tidak sembarangan dalam penyaluran pupuk tersebut.Dia pun minta pengawasan penyaluran ditingkatkan.
Soetarto menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan benih, pupuk,tenaga penyuluh dan kesiapan terhadap iklim untuk musim tanam kali ini . Untuk kebutuhan benih diperkirakan 350 ribu ton. Namun hingga Maret tahun depan 250 ribu ton. "Yang 100 ribu ton untuk april sampai September tahun depan. Tidak hanya disediakan oleh produsen benih tapi dari petani yang sudah diberi benih unggul masih bisa dipakai," jelas Soetarto.
Pemeritah juga sudah memberitahukan kepada kepala daerah agar disebarluaskan tetang pedoman waktu tanam. Pasalnya, masing-masing daerah berbeda, ada yang maju, sama dan sedikit mundur dari yang lalu dalam hal musim tanam.
Pemerintah menargetkan tahun depan produksi meningkat 5 persen sehingga produksi beras mencapai 40 juta ton dan gabah mencapai 63 juta ton. "Perlu kerja keras lagi," ujarnya.
Dian Yuliastuti
Topik :




Komentar Anda :