Waspadai Kelangkaan Dolar Amerika

Selasa, 14 Oktober 2008 | 13:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah dan otoritas moneter diminta untuk mewaspadai kelangkaan dolar Amerika Serikat. Ketua Panitia Anggaran DPR Emier Moeis menilai yang perlu lebih dikhawatirkan saat ini justru bukan ambruknya  pasar saham melainkan ancaman kekurangan dolar.

"Saya baru dari Amerika dan melihat pemerintah Amerika sudah kekurangan dolar. Dari mana-mana dolar diambil, bank-bank
internasional juga untuk menutup pinjaman mereka," katanya ditemui di Gedung DPR, hari ini. 

Emier mengkhawatirkan dengan kondisi seperti itu, Indonesia juga akan kesulitan dolar. Hal itu, kata dia, bisa menganggu dunia
usaha karena industri dalam negeri masih banyak pakai bahan baku impor yang menuntut kebutuhan dollar besar. 

"Kita masih banyak impor, bahan makanan juga masih impor. kalau dolarnya susah kan repot," katanya.

Selain itu, permintaan dolar yang besar juga dinilai akan semakin memberikan tekanan terhadap rupiah yang saat ini dalam kondisi terpuruk. "ini sepertinya akan terjadi 2-3 bulan lagi, inilah yang harus
lebih diantisipasi daripada masalah pasar modal," katanya.

Pada perdagangan kemarin rupiah ditutup pada level Rp 9.860 per dolar Amerika. Rupiah sempat menembus pada level Rp 10.000
per dolar.


Gunanto E S

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :