Proyek Cepu Pakai Tanki Apung
Kamis, 13 November 2008 | 11:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memastikan proyek eksplorasi blok migas Cepu, Jawa Timur, akan menggunakan tanki apung atau Floating Storage Offshore (FSO).
Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin mengatakan dengan kondisi krisis keuangan global saat ini penggunaan FSO semakin dibenarkan. "Harga sewa FSO semakin murah karena supply meningkat seiring dengan banyaknya proyek-proyek laut dalam yang tertunda," katanya di Jakarta, Kamis (13/11).
Ia menambahkan banyaknya penundaan proyek laut dalam terjadi karena harga minyak yang turun. "Berapa persen penurunan harganya tergantung pasar. Tapi sudah pasti turun," ucap dia. Dengan demikian, Muin berharap pembangunan FSO itu dapat dimulai pada 2011 hingga 2012 nanti.
September lalu, dalam Rapat Dengar Pendapat Hak Angket, DPR menemukan indikasi pembangunan FSO berpotensi merugikan negara US$ 1,2 miliar (sekitar Rp 14,2 triliun). Angka itu berdasarkan evaluasi ekonomis proyek selama 20 tahun dan dibandingkan dengan pembangunan tanki darat atau tank farm.
BP Migas mengatakan proyek FSO Cepu muncul berdasarkan hasil kajiaan Moffat and Nichole (MCL) dari Amerika Serikat bersama Pertamina EP Cepu. Hasil kajian itu kemudian mengusulkan melaksanakan Front End Engineering Design untuk menyiapkan dokumen lelang dalam pengadaan FSO.
BP Migas telah setuju untuk pelaksanaan FEED tersebut pada Mei 2007. Seluruh pekerjaan FEED selesai April 2008 dan kini sedang memulai tahap pelelangan untuk pengadaan FSO.
Sorta Tobing




Komentar Anda :