Pemerintah Perlu Suntikan Dana untuk Sektor Energi
Jum'at, 21 November 2008 | 13:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah perlu memberikan suntikan dana untuk sektor energi guna menghindari dampak berkepanjangan dari krisis finansial global.
"Dana tersebut bisa memberikan stimulus bagi perekonomian Indonesia," ujar Direktur Eksekutif International Energy Agency Nobuo Tanaka hari ini, Jumat (21/11), di Jakarta.
Jika krisis saat ini berkepanjangan, lanjutnya, maka paket stimulus sangat diperlukan. Di sisi lain, Tanaka juga melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat besar tahun depan karena permintaan energi di negera berkembang, seperti Cina dan India, akan tinggi.
Menurutnya, krisis finansial baru akan memberi dampak signifikan bagi industri minyak dan gas pada 2013. IEA bahkan telah melakukan revisi untuk tahun itu karena kemungkinan besar permintaan dan pasokan migas akan berkurang. "Sekarang saja sudah mulai terlihat beberapa proyek migas tertunda," katanya.
Selain memberikan stimulus dana, IEA merekomendasikan agar pemerintah memiliki klarifikasi standar seleksi tender hingga persetujuan yang jelas untuk mempertahankan iklim investasi sektor energi. Kajian tender harus dilakukan secara independen karena selama ini investasi sektor migas cenderung kurang stabil. "Kurang kejelasan dan keterbukaan sering terjadi, akibat tidak konsisten dan terperincinya undang-undang," ujar Tanaka.
Tanaka menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk investasi di energi terbarukan, terutama bahan bakar nabati, panas bumi, dan tenaga air (ombak). Pangsa pasar energi terbarukan dalam pasokan energi primer akan mengalami peningkatan dari 4,3 persen menjadi 17 persen pada 2025 nanti.
Sorta Tobing
Topik :




Komentar Anda :