PT Maspion Diyakini Akan Merumahkan Dua Ribu Karyawan
Jum'at, 21 November 2008 | 17:45 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: PT Maspion dikabarkan akan merumahkan dua ribu karyawannya yang berada di unit Maspion II, Buduran, Sidoarjo. Menurut Dwi, salah seorang karyawan Maspion II, isu akan adanya pemutusan hubungan kerja besar-besaran itu telah santer terdengar oleh kalangan buruh.
Pemberhentian karyawan itu dilakukan akibat meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan upah minimum kota/ kabupaten dan krisis finansial global. "Teman-teman di pabrik pada resah," kata Dwi, Jumat (21/11).
Saat dikonfirmasi, Suharto, Wakil Direktur PT Maspion, tidak mengiyakan namun juga tidak membantah kabar tersebut. Menurut dia, kalaupun ada pemutusan hubungan kerja masalahnya bukan semata-mata karena kenaikan upah minimum, tapi lebih banyak disebabkan oleh lesunya pasar mereka di luar negeri karena imbas krisis global.
Selama ini, kata Suharto, pasar terbesar produk-produk Maspion berada di Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Timur Tengah. Namun ada tengara negara-negara tersebut akan menyetop produk Maspion karena krisis finansial. "Kalau kurs dollar terus membubung hingga Rp 15 ribu, pemutusan hubungan kerja massal tak bisa dihindari," kata Suharto.
Suharto menambahkan, pekan lalu produsen alat-alat rumah tangga itu terpaksa menutup tiga dari 50 unit pabriknya karena kerugian yang dialami mencapai 90 persen. Namun karena proses pemutusan hubungan kerja itu melalui ketentuan yang berlaku, gejolak buruh pun tidak sampai terjadi. "Saya tidak dapat menjamin hal ini tak terulang pada pabrik-pabrik Maspion lainnya," kata Suharto.
KUKUH S WIBOWO
Topik :




Komentar Anda :