Kelangkaan Premium Disebabkan Nego Margin Pertamina dan SPBU

Selasa, 02 Desember 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengungkapkan kelangkaan premium yang belakangan terjadi bersamaan dengan perubahan harga disebabkan negosiasi margin PT Pertamina dan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Evita Herawati legowo mengatakan  Pertamina telah melaporkan terjadinya kelangkaan premium tersebut. Negosiasi harga perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan harga premiun. "Itu urusan bisnis saja," kata Evita usai rapat kerja dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, hari ini. 

Seperti diberitakan, pemerintah menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500 per liter dari sebelumnya Rp 6.000 per liter pada 1 Desember 2008. Namun, bersamaan dengan realisasi kebijakan itu, di beberapa daerah justru terjadi kelangkaan premium.

AGOENG WIJAYA 

 

 

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :