Hampir 4.000 Pekerja di Banten Sudah Dipecat
Rabu, 03 Desember 2008 | 18:11 WIB
TEMPO Interaktif, Banten: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, hari ini, Rabu (3/12) mengungkapkan data pemecatan pekerja di provinsi itu akibat krisis keuangan global yang melanda dunia.
Sejak pertengahan Oktober 3.968 orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), dari jumlah itu mayoritas menimpa pekerja di Kabupaten Tangerang yaitu 2.800 orang, Kota Tangerang 263 orang, Kabupaten Serang 800 orang, dan Kota Cilegon 105 orang, “Belum termasuk yang sedang dirumahkan,” ujar Eutik Suharta Kepala Dinas Tenaga Kerja, kepada wartawan di Serang.
Menurut Eutik jumlah itu adalah yang "resmi, mungkin ada yang belum lapor”, mereka berasal dari 353 perusahaan yang terkena dampak krisis.
Pemerintah Daerah menurut Eutik memberi peluang bagi para korban PHK untuk masuk dalam program transmigrasi sebagai salah satu cara pemerintah setempat menghadapi masalah itu. Selain itu, untuk mengurangi beban korban PHK, pihaknya segera melaksanakan program padat karya dan memberdayakan Lembaga Pendidikan Keahlian dan Keterampilan (LPK) di Kabupaten/Kota.
“Program transmigrasi bisa diikuti oleh para korban PHK, silahkan koordinasi dengan kabupaten/kota. Kami juga siap melaksanakan berbagai pelatihan di balai pelatihan kerja,” kata Eutik.
Selain krisi global Kepala Seksi Pemutusan Hubungan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serang, Ana Supriyanto menambahkan fakor lain pengurangan tenaga kerja di provinsi itu di antaranya, naiknya upah minimum kabupaten/kota, sulitnya mendapatkan bahan baku impor, dan, sulitnya pemasaran karena turunnya pesanan dari luar negeri.
MABSUTI IBNU MARHAS
Topik :




Komentar Anda :