Pengusaha Perumahan Berharap Bunga KPR Segera Turun
Jum'at, 05 Desember 2008 | 14:11 WIB
TEMPO Interaktif, Surakarta: Meskipun Bank Indonesia telah mulai menurunkan BI rate dari 9,50 persen menjadi 9,25 persen, tapi pengusaha di bidang perumahan pesimistis kebijakan itu akan segera berdampak pada penurunan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah KPR). Padahal suku bunga yang tinggi membuat para developer sulit untuk menjual produknya.
“Bunga kredit pemilikan rumah yang ideal seharusnya empat persen di atas BI rate,” kata Yulianto Kusumo, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Surakarta. Sedangkan hingga saat ini bunga kredit perumahan masih berkisar 16 persen per tahun. “Masih terasa sangat berat untuk konsumen,” kata Yulianto.
Akibat tingginya suku bunga membuat pasar perumahan pada saat ini sepi. “Pasar hanya stagnan, tidak bisa tumbuh,” kata dia. Pihak developer pun terpaksa menanggung beban kredit modal karena barang sulit untuk laku. “Tapi bukan berarti kita harus obral harga, karena hal itu sama saja bunuh diri,” katanya.
Dirinya berharap pihak perbankan segera menurunkan suku bunga agar pengusaha sektor perumahan bisa segera tertolong. “Karena sektor perumahan memiliki kontribusi terhadap terciptanya lapangan kerja, termasuk di sektor lain,” kata Yulianto. Menurutnya, sektor perumahan menjadi pendukung beberapa industri rakyat, seperti penambangan pasir, industri genting, batu bata dan yang lain.
Ahmad Rafiq
Topik :




Komentar Anda :