close

Bursa Saham Amerika Serikat Menguat  

Rabu, 07 Januari 2009 | 06:53 WIB

TEMPO Interaktif, New York: Bursa saham Wall Street ditutup menguat, meski pun perekonomian negara adidaya tersebut terus diberitakan memburuk. Pada perdagangan Selasa (6/1), indeks rata-rata industri Dow Jones naik 62,21 poin atau 0,69 persen ke level 9.015,10.

Penguatan juga terjadi pada indeks Standard & Poor's 500 yang naik 7,25 poin ke level 934,70 dan indeks teknologi Nasdaq yang naik 24,35 poin ke level 1.652,38. Adapun indikator saham perusahaan publik berskala lebih kecil, indeks Russell 2000, naik 9,68 poin atau 1,92 persen ke level 514.71.

Pada awal perdagangan kemarin, saham-saham di bursa Wall Street sempat terkoreksi akibat data-data ekonomi terbaru yang menyebabkan pasar berhati-hati. Asosiasi pengembang perumahan melaporkan angka penjualan hunian November 2008 turun ke level terendah. Sedangkan Departemen Perdagangan mengungkapkan penurunan pesanan yang dialami produsen pada bulan yang sama.

Namun, bursa kembali bergairah pada pertengahan perdagangan setelah bank sentral Amerika Serikat mengungkapkan risalah rapat pimpinan pada Desember 2008. Risalah itu menunjukkan bank sentral mengkhawatirkan terus terpuruknya perekonomian Amerika Serikat. Oleh sebab itu, bank sentral memutuskan memangkas suku bunga kredit untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kepala ekonom Avalon Partners, Peter Cardillo, menilai risalah itu mengindikasikan bank sentral tetap berkeinginan untuk menciptakan suku bunga yang rendah. "Catatan rapat itu juga bukti bank sentral sedang menggunakan alat-alat yang ada," katanya seperti dikutip Associated Press.

AGOENG WIJAYA

Info Grafis

  • Tersungkur Akibat Surat Utang

    “Bukan karena kekeringan likuiditas,” kata mereka. Tapi, begitu pemerintah mengambil alih Century, luka yang sempat ditutupi terkuak juga.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan