Meski Dilarang, Pembuat Film Fitna 'Ngotot' Masuk Inggris  

Kamis, 12 Februari 2009 | 09:47 WIB

TEMPO Interaktif, London: Pembuat film 'Fitna' asal Belanda, Geert Wilders, berniat untuk mengabaikan larangan mengunjungi Inggris, Kamis (12/2) ini. Politikus sayap kanan tersebut berniat menghadiri pemutaran 'Fitna' di House of Lords, Inggris.

Menurut Wilders, otoritas Inggris harus mencegahnya memasuki Inggris dengan secara fisik. "Saya akan menanti apa yang terjadi di perbatasan. Biarkan saja mereka memborgol saya," ujar Wilders.

Film 'Fitna' menuai kontroversi karena dianggap menghina Islam. Film tersebut mengutip ayat-ayat al-Quran dengan gambar-gambar serangan teroris di New York, London, dan Madrid. 

Pihak Inggris yang akan memutar film Fitna, Lord Pearson, mengatakan pemutaran film akan tetap dilangsungkan dengan atau tanpa Wilders.

Keputusan Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) melarang Wilders memasuki Inggris telah Demicu kontroversi. Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen menghubungi Menteri Luar Negeri Inggris david Mililiband sebagai protes terhadap larangan tersebut.

"Fakta bahwa seorang anggota parlemen Belanda ditolak memasuki negara lain yang termasuk Uni Eropa, merupakan sesuatu yang sangat disayangkan," ujar Verhagen. Verhagen mengungkapkan perbincangan dengan Miliband lewat situs Twitter.

Wilders, 45 tahun, dilarang masuk Inggris berdasarkan Undang-undang Uni Eropa yang membolehkan anggota mereka untuk menolak individu dari negara lain yang dianggap mengancam kebijakan publik, keamanan, atau kesehatan.

TIMESONLINE| KODRAT SETIAWAN

Nikmati berita dan informasi Ramadan di http://ramadan.tempointeraktif.com/ dan melalui ponsel anda di http://m.tempointeraktif.com/ramadan/

Komentar

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan