Strategi Bertahan dan Disiplin Yunani Bisa Menyulitkan Lawan
Jum'at, 11 Juni 2004 | 23:44 WIB
Andi Darussalam Tabusalla
Pengamat Sepak Bola
Jika saja hasil uji coba yang jadi patokan, sulit bagi Yunani berbuat banyak di Portugal. Tapi, siapa tahu pasukan Otto Rehhagel ini bisa menghadirkan kejutan, seperti yang mereka lakukan pada babak kualifikasi yang lalu.
Siapa yang menduga Yunani menjadi salah satu tim yang lolos langsung ke Portugal melalui babak kualifikasi? Di babak penyisihan paling awal itu, mereka tergabung bersama Spanyol, Ukraina, Irlandia Utara, dan Armenia. Pada perhitungan awalnya, Spanyol sangat diunggulkan bisa merebut tiket langsung ke Portugal. Tiket lewat babak play-off akan diperebutkan Ukraina bersama Yunani. Di atas kertas, kekuatan Yunani dan Ukraina boleh disebut berimbang.
Begitu kalah pada dua partai awalnya, menghadapi Spanyol (0-2) dan Ukraina (0-2), banyak pula yang mencoret Yunani sebagai kandidat kontestan Piala Eropa 2004. Dengan dua kekalahan itu, Yunani tertinggal jauh, tak hanya dari Spanyol, juga Ukraina.
Tapi, setelah itu, langkah Yunani seperti tak tertahankan. Mereka membalaskan dendam, mengalahkan Spanyol di kandangnya sendiri. Maka begitu kualifikasi berakhir, secara mengejutkan, Yunani berada di posisi teratas. Spanyol yang biasanya menjadi raja di kualifikasi, kali ini harus merebut tiket ke putaran final lewat partai playoff menghadapi Norwegia.
Apa yang jadi modal Yunani? Permainan disiplin, terutama menerapkan pertahanan ketat dengan mengandalkan serangan balik. Strategi inilah yang membuat mereka tak hanya memenangkan seluruh partai sisa, tapi juga tak pernah kebobolan. Sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.
Tampil disiplin dengan pertahanan ekstra ketat, juga bakal jadi andalan Yunani di putaran final yang mulai berlangsung besok. Hal ini tak bisa dihindarkan karena Yunani berada di grup keras. Mereka tergabung di Grup A bersama tuan rumah Portugal, Spanyol, dan Rusia.
Jika saja mereka bermain terbuka, niscaya Yunani akan menghadapi persoalan yang cukup berat. Portugal, Spanyol, dan Rusia adalah tim-tim yang memiliki kemampuan melakukan serangan bergelombang dan bisa menghancurkan pertahanan Yunani.
Wajar jadinya bila Otto Rehhagel, pelatih yang pernah membesarkan Kaiserslautern, memilih bermain bertahan. Dengan melapis pertahanan, dia berharap patukan serangan balik Yunani bisa mematikan lawan. Inilah yang mereka lakonkan saat menaklukkan tuan rumah Spanyol di babak kualifikasi.
Rehhagel sendiri kini sedang menyiapkan formasi dengan lima pemain bertahan. Dengan format ini, dia bisa saja memainkan pola 5-4-1 atau saat menyerang berubah jadi 3-4-3. Traianos Dellas, Niko Dabizas, dan Ioannis Goumas menjadi andalan mengawal jantung pertahanan. Di sayap kanan dan kiri bakal berdiri Giorgios Seitaridis dan Stylianos Venetidis. Posisi pemain terakhir ini bisa pula secara bergantian diisi Panagiotis Fyssas.
Dalam kaitan ini, peran bek sayap Venetidis, Seitaridis, atau Fyssas menjadi sangat berarti. Keduanya tak hanya diharapkan bisa melapis pertahanan, tapi juga melancarkan serangan balik memanfaatkan lebar lapangan saat serangan lawan berhasil dipatahkan.
Artinya, dalam kondisi seperti ini, Yunani takkan tergantung sekali pada posisi playmaker yang bakal dimainkan gelandang AEK Athens Vassilios Tsiartas yang menjadi jangkar penghubung lini belakang ke depan yang diisi Demis Nikolaidis, Angelos Charisteas, Dimitrios Papadopoulos, atau Zisis Vrysas.
Tetapi memang, sebuah kejuaraan berbentuk turnamen seperti Piala Eropa, membutuhkan kemampuan lebih dibanding saat tampil di kualifikasi. Di Piala Eropa, kalah sekali saja akan berakibat fatal. Karena itu, Portugal dan Spanyol niscaya sudah mempelajari strategi Rehhagel dan menemukan cara meredamnya.
Begitulah. Peluang Yunani sebenarnya belum tertutup sama sekali, meski mereka dianggal sebagai tim bukan unggulan. Kekalahan telak 0-4 dari Belanda belum lama ini membuktikan bahwa Yunani bukanlah tim yang mendekati sempurna. Mereka masih memiliki celah kelemahan. Kalau ini tak segera ditutupi, alamat Yunani akan mengepak kopernya lebih cepat dari lawan-lawannya.
Koran Tempo
Topik :



Komentar Anda :