Portugal Bertekad Memburu Sukses Ganda
Jum'at, 11 Juni 2004 | 14:51 WIB
LISABON -- Penampilan Firmino Gomes pada hari-hari terakhir ini telah berubah. Setiap hari ia mengenakan kaus seragam salah satu peserta Euro 2004 secara bergantian. Sopir taksi di kota Lisabon, Portugal, ini membeli 15 kaus seragam tim yang bakal berlaga dalam kejuaraan sepak bola se-Eropa itu.
Uniknya, ia tidak membeli kaus seragam tim nasional negaranya sendiri. "Saya tidak suka warnanya," kata Gomes sambil mengemudi di jalanan Lisabon, yang kini lebih semarak dengan warna hijau, merah, dan emas.
Kota sarat bangunan tua itu memang telah bersolek menjelang pesta kaum bola Eropa yang dimulai besok. Bendera berkibar pada ratusan taksi yang lalu-lalang. Dari jendela bangunan bertingkat, berjuntai umbul-umbul warna-warni. Poster tim peserta menjejali kakilima.
Dari bandara internasional Lisabon sampai pusat kota, banyak dijumpai penjual bendera merah-kuning-emas seharga 10 escudo (lebih dari Rp 100 ribu) sehingga tidak ada celah untuk lepas dari pengaruh Euro 2004.
Portugal memang tidak main-main dalam menggelar kejuaraan itu. Mereka mengeluarkan dana US$ 4,8 miliar (sekitar Rp 44 triliun). Untuk membangun dan memugar 10 stadion saja dibutuhkan dana US$ 869 juta (sekitar Rp 7,9 triliun). Sisanya untuk membangun jalur kereta api cepat, fasilitas kesehatan, dan tempat pelayanan umum lainnya.
Karena itu, pantas jika Portugal meraih sukses ganda. Kejuaraan itu akan dimanfaatkan tim tuan rumah untuk meraih prestasi terbaik mereka. Bagi sebagian pendukung, tanda-tanda kejayaan Portugal tercium ketika FC Porto berhasil meraih gelar juara Liga Champions bulan lalu.
Semangat kemenangan itu dicoba untuk ditularkan ke tim nasional yang prestasinya memang kurang menggembirakan di ajang internasional. Masyarakat Portugal masih ingat kenangan manis ketika Eusebio memimpin Portugal menempati posisi ketiga dalam Piala Dunia 1966.
Setelah itu, penampilan mereka kurang menggembirakan dan hanya dua kali maju ke semifinal dalam lima kejuaraan Eropa terakhir. Karenanya, ini saat yang tepat untuk menjadi juara atau tidak sama sekali--apalagi, bagi pemain pilar Portugal yang sebagian sudah masuk usia veteran.
Para pemain yang disebut Generasi Emas dan dipimpin oleh Luis Figo, Rui Costa, dan Fernando Couto itu akan berlaga bersama para pemain muda yang dimotori Cristiano Ronaldo, 19 tahun, yang sekarang menjadi salah satu bintang Manchester United. Dengan pelatih yang mengantar Brasil menjadi juara dunia, Luiz Felipe Scolari, pantas jika mereka optimistis.
Apalagi, faktor dukungan penonton yang luar biasa. "Dukungan masyarakat akan meningkatkan semangat kami," kata Scolari.
Portugal akan membuka turnamen dengan menghadapi Yunani pada 12 Juni. Pesaing lain di grup A adalah Rusia dan Spanyol. Tujuh bulan lalu, Yunani menahan Portugal 1-1 dalam pertandingan persahabatan.
Bagi Scolari, pertandingan pertama merupakan langkah penting bagi penampilan berikutnya. "Pertandingan pertama selalu lebih penting," kata Scolari, yang siap meninggalkan Portugal jika mereka tersingkir di babak awal. afp/ap/yudono
Topik :



Komentar Anda :