Kemenangan Terbesar dalam Sejarah
Senin, 14 Juni 2004 | 09:54 WIB
TEMPO Interaktif, Lisabon: "Ini kemenangan terbesar Yunani sepanjang sejarah." Begitulah pelatih Yunani Otto Rehhagel mengomentari kemenangan Yunani 1-2 atas tuan rumah Portugal dalam pertandingan pembukaan Euro 2004 di Oporto, Sabtu.
Kemenangan terbesar itu pun dirayakan penduduk Athena dengan gegap gempita. Mereka turun ke jalan, mengibar-kibarkan bendera Yunani di lapangan Ominia. Mereka juga berpawai keliling kota dengan terus membunyikan klakson mobil.
Perdana Menteri Costas Caramanlis juga langsung mengirimkan ucapan selamatnya untuk tim. "Dengan kemenangan bersejarah ini negara kita telah mendapat penghargaan di jagat sepak bola Eropa. Kemenangan ini juga telah memenuhi dada masyarakat Yunani dengan emosi," katanya.
Dia juga berharap agar tim Yunani bisa memetik kemenangan sama saat melawan Spanyol dan Rusia.
Yunani dalam penampilan sebelumnya di Euro 1980 dan Piala Dunia 1994 belum pernah sekalipun memenangi pertandingan.
Tak heran kemenangan atas Portugal ini menjadi sejarah baru bagi mereka. Sebagai tim yang paling tak diunggulkan di Grup A, mereka justru membalikkan semua prediksi itu di Stadion Dragao, Oporto.
Mereka berhasil unggul cepat lewat Georgios Karagounis. Di menit ke-7, pemain belakang Portugal Paulo Ferreira melakukan operan yang buruk yang langsung disambar Karagounis. Membawa bola dengan kencang, lalu menembak dari jarak jauh, gelandang Inter Milan ini berhasil membuat semua mata terpana dengan golnya.
Blunder kedua Portugal terjadi lima menit memasuki babak kedua. Kali ini Cristiano Ronaldo yang jadi biang keladi. Bintang muda yang baru masuk menggantikan Rui Costa ini menjatuhkan Georgios Seitaridis di kotak penalti. Wasit Pierluigi Collina pun langsung menunjuk titik putih. Penalti itu dieksekusi dengan sukses oleh Angelis Basinas.
Ronaldo menebus kesalahannya di saat injury time. Sundulannya berbuah gol. Tapi itu tak cukup menyelematkan Portugal dari kekalahan.
Bukan hanya suporter Yunani yang berpesta. Suporter Spanyol juga ikut meluapkan kegembiraan. Di Stadion Algarve, sebelum menyaksikan pertandingan Spanyol-Rusia, mereka tersenyum lebar mendengar kekalahan Portugal itu. Kekalahan ini, ditambah kemenangan tim kesayangan mereka atas Rusia akan berarti peluang yang bagus untuk melaju bagi Spanyol.
Sementara itu suasana duka menyelimuti kubu Portugal. Di Stadion Dragao puluhan suporter tampak berpelukan dangan sedih. Di sudut kota Lisabon sekitar 8.000 penonton yang baru menyaksikan pertandingan lewat layar raksasa langsung memberikan simbol jempol terbalik untuk timnya. Tanda untuk pecundang.
Pelatih Portugal Luiz Felipe Scolari langsung meminta maaf atas kekalahan timnya. Menurutnya hasil dan penampilan timnya sama sekali bukan imbalan yang pantas untuk dukungan yang telah diberikan masyarakat.
"Saya bingung, sedih,...demikian juga dengan semua pemain," kata pelatih yang mengantar Brasil menjadi juara dunia 2002.
Scolari menegaskan, dalam turnamen seperti ini, timnya hanya boleh kalah sekali bila ingin bertahan.
"Kami kalah hari ini. Makanya pertandingan berikut jadi partai hidup mati bagi kami. Itulah yang harus kita hadapi kini," katanya. Portugal akan kembali turun gelanggang menghadapi Rusia, Rabu (16/6) dan Spanyol, Senin (21/6).
Dalam pertandingan melawan Yunani itu, Scolari melihat blunder para pemain menjadi sebab kekalahan timnya. Hal itu diperburuk dengan kegagalan timnya bangkit setelah ketinggalan. "Hasil ini sudah terjadi dan kami harus siap dengan ini. Dalam pertandingan kita harus tahu bagaimana menghadapi kemenangan dan kekalahan," kata pelatih yang membawa Brasil juara dunia 2002 ini.
Luis Figo mengakui timnya gagal menguasi lini tengah. "Gol yang tercipta di menit awal masing-masing babak merusak ritme permainan kami. Setelah unggul mereka memposisikan diri dengan baik. bertahan dengan baik dan tak memberi kami kesempatan," katanya.
Kubu Yunani kini berharap besar akan hasil serupa di pertandingan berikut. "Strategi dan taktik yang kami pilih terbukti sukses melawan Portugal. Hari ini kami akan bergembira sedikit, tapi besok kami akan kembali fokus pada pertandingan berikut," kata pelatih Otto Rehagel.
Gelandang Theodoros Zagorakis mengatakan, kerja keras mereka selama dua tahun akhirnya berbuah. "Kami lebih mejiwai permainan kami daripada Portugal. Kami layak menang," katanya.
Bagi masyarakat Yunani kemenangan timnya ini juga memberi harapan akan kemungkinan prestasi di Olimpiade, Agustus mendatang. Maklum saat itu mereka akan bermain di kandang sendiri. "Ini pertanda sangat bagus untuk Olimpiade," kata Konstantinos Vanos, seorang suporter.
Topik :



Komentar Anda :