Jika Italia Tak Waspada, Dinamit Denmark Bisa Saja Meledak

Senin, 14 Juni 2004 | 11:13 WIB

Francesco Totti jadi andalan Italia saat menghadapi Denmark di Stadion Alfonso Henriques, Guimaraes. Tapi, Denmark tetap saja mungkin menghadirkan ledakan jika saja Italia tidak waspada. Betapa siap pelatih Giovanni Trapattoni menghadapi Piala Eropa kali ini. Jauh hari sebelum pertandingan, dia bahkan sudah bisa memberikan indikasi siapa starter yang bakal ditampilkannya saat menghadapi Denmark.

Dia bahkan tak peduli kendati keputusan tersebut sempat menghadirkan konflik di tubuh tim. Buktinya, Antonio Cassano, pemain muda yang tak masuk dalam tim, sempat menolak menjalani latihan. Trapattoni memang memiliki ambisi besar. Sudah lama Italia tak pernah berjaya di pentas internasional, 22 tahun. Kini dia berharap bisa memenuhi keinginan itu setelah empat tahun lalu pasukan Dino Zoff kandas di final Piala Eropa 2000.
Pertandingan pertama selalu saja memiliki makna penting. Siapapun tim yang tampil mempunyai keinginan untuk tidak kalah pada pertandingan perdananya.

Tapi bagi Italia, pertandingan pertama harus dimenangkan. Jika tidak, langkah mereka bisa saja terseok-seok di pertandingan berikutnya. Apalagi dua lawan berikut Italia, Swedia dan Bulgaria, memiliki kemampuan hampir setara dengan Denmark. Melihat materi pemain yang dimiliki kedua kubu, tentu tak ada yang membantah jika Italia berada di atas Denmark. Setidaknya, squadra Azzurri sudah terasah berkat penampilan mereka di kompetisi panas, Seri A Liga Italia.

Kemampuan utama Italia terletak pada lini depannya. Mereka mempunyai Francesco Totti, Alessandro Del Piero, dan Christian Vieri yang tampaknya bakal dimainkan Trapattoni kali ini. Tak ada yang menyangsikan keampuhan ketiganya. Totti punya visi yang tajam, Del Piero memiliki penguasaan bola bagus dan umpan yang mengejutkan, sementara Vieri beringas di dalam kotak penalti lawan.

Tetapi, ketiganya tentu saja membutuhkan dukungan penuh dari pemain gelandang. Beda dengan periode-periode sebelumnya, kini Italia memiliki gelandang yang bisa diandalkan. Stefano Fiore, Andrea Pirlo, Cristiano Zanetti, serta Mauro Camoranesi tak hanya gelandang yang memiliki tipikal petarung, tapi juga jago dalam mendistribusikan bola dan membaca permainan. Faktor terakhir ini sangat kental dimiliki Pirlo, bintang baru AC Milan.

Duel ini lini gelandang ini tampaknya akan berlangsung dengan gaya permainan berbeda. Tak seperti Italia yang lebih mengutamakan kerja sama rapi dan aman, Denmark memiliki keunggulan pada kecepatan pemainnya menggiring atau memindahkan bola. Setidaknya itulah yang dimiliki Martin Jorgensen, Christian Poulsen, Thomas Gravesen, atau Claus Jensen.

Jadi, menarik sebenarnya memperhatikan duel di lini gelandang ini. Italia mungkin saja akan lebih banyak menguasai bola. Tapi bilamana bola berhasil direbut Denmark, hal itu selalu bisa menghadirkan ancaman bagi Italia. Sebab, dalam sekejap, bola mungkin sudah berada di jantung pertahanan Italia.

Di sinilah sebenarnya dibutuhkan kehadiran seorang Totti. Dengan peran sebagai pengumpan juga bisa dilakukan Del Piero, Totti dituntut juga memperhatikan keseimbangan permainan Italia. Jika tidak, Italia bisa saja berada dalam bahaya.

Kenapa? Karena Denmark memiliki penyerang yang oportunis. Siapapun penyerang yang bakal ditampilkan pelatih Morten Olsen; Jon Dahl Tomasson, Ebbe Sand, atau Peter Madsen, mereka adalah tipikal penyerang yang selalu memburu dan berusaha memanfaatkan peluang.

Sayangnya saja, Denmark takkan diperkuat gelandang sayap Jesper Groenkjaer. Pemain asal Chelsea ini tak bisa bergabung karena ibunya meninggal dunia. Padahal, ketajaman Groenkjaer mengiris sektor sayap pertahanan lawan, salah satu titik lemah lini belakang Italia, akan memberi keuntungan yang tak sedikit bagi Denmark.
Denmark kemungkinan masih tetap akan mengandalkan serangan melalui sayap. Itu bisa menguntungkan karena bek sayap Italia biasanya sering terlambat turun setelah ikut membantu serangan. Dan dari segi kecepatan, Dennis Romedahl atau Jorgensen memiliki keunggulan dibanding Gianluca Zambrotta dan terlebih lagi Christian Panucci.

Itulah sebabnya, tak ada jaminan menang bagi Italia pada pertandingan perdananya ini. Salah-salah, Denmark siap saja meledakkan dinamitnya, sebagaimana yang mereka lakukan 12 tahun yang lalu.

Andi Darussalam Tabusalla, Pengamat Sepak Bola






Komentar Anda

Kirim