Portugal Langsung Ingin Buat Perhitungan dengan Prancis
Selasa, 22 Juni 2004 | 09:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Baru saja lolos dari penyisihan Grup A, tuan rumah Portugal langsung mengancam akan membuat perhitungan dengan juara bertahan Prancis. "Kami punya urusan yang belum selesai dengan mereka," kata Nuno Gomes, pencetak satu-satunya gol bagi Portugal saat menyingkirkan Spanyol pada pertandingan Selasa (22/6) dini hari WIB.
Portugal memastikan langkah ke babak perempat final Piala Eropa 2004 setelah menang 1-0 atas Spanyol dalam pertandingan terakhir Grup A yang sekaligus menempatkan mereka di puncak klasemen.
Ada peluang bagi Portugal dan Prancis bertemu di perempat final, jika dalam pertandingan terakhir Grup B dini hari tadi menghasilkan Prancis hanya menjadi runner-up.
Sementara itu, jika Prancis menjadi juara Grup A, Portugal harus bersabar sedikit untuk bisa membuat sebuah perhitungan, yakni pada partai final. Itu pun jika semua berjalan lancar.
Sebenarnya, ada dua kejadian yang selama ini mengganjal hati para pemain Portugal. Dua kali mereka dipatahkan di semifinal Piala Eropa oleh Prancis.
Pada Piala Eropa 2000, Gomes sudah membawa Portugal unggul 1-0 atas Prancis, sebelum Thierry Henry menyamakan skor untuk memaksa dimainkannya perpanjangan waktu. Dengan masih memakai sistem golden goal, Prancis mendapat sebuah hadiah tendangan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Zinedine Zidane. Portugal pun tersingkir.
Dalam situs pribadinya, Gomes mengatakan bahwa pertandingan itu adalah salah satu yang tidak akan pernah dia lupakan sepanjang hidupnya--tapi mungkin jika Portugal bisa membalas dendam terhadap Prancis di kandang sendiri Gomes bisa melupakannya, demikian dilaporkan wartawan Koran Tempo, Zulfirman.
Para pemain Portugal juga masih ingat bagaimana pada semifinal Piala Eropa 1984 di Marseilles, Prancis, mereka mengalami hal hampir serupa. Saat itu bintang Prancis Michel Platini mencetak gol penentu kemenangan setelah sebelumnya Portugal melesakkan dua gol melalui Rui Jordao.
Portugal hampir dipastikan memenangkan partai semifinal itu, tapi Platini mengubur mimpi mereka untuk melangkah lebih jauh. Prancis sendiri akhirnya menjadi juara Eropa tahun itu dan pada Piala Eropa 2000.
Dua luka dalam yang membekas di hati para pendukung tim Portugal membuat mereka berharap agar tim kesayangan mereka itu bisa kembali bertemu dengan Prancis di babak perempat final pada Kamis mendatang. Tapi semua itu tergantung pada hasil pertandingan terakhir Grup B dini hari tadi antara Prancis dan Swiss serta Inggris dan Kroasia.
Gomes, 27 tahun, striker klub Benfica yang selama ini dikenal sebagai pemain bengal namun kini dianggap menjadi pahlawan Portugal, memiliki ambisi lebih dari itu. "Saya lebih senang jika bertemu dengan mereka di babak final," katanya.
Topik :



Komentar Anda :