Bertemu Pendukung

Selasa, 22 Juni 2004 | 09:49 WIB

Bertemu Pendukung
Portugal Bukan Portugal


Tak ada tanda-tanda darah Latin mengalir di tubuhnya. Dia pun menegaskan jatidirinya dengan mengenakan kostum merah milik tim nasional Republik Ceko. Tapi, Minggu lalu, dia datang ke Stadion Alvalade mendukung tuan rumah Portugal.

Vladimir nama laki-laki itu. Di lehernya terbalut syal Portugal berwarna merah hati. Dia mengaku datang dari Brno, Ceko, untuk mendukung Pavel Nedved dan kawan-kawan di Piala Eropa. "Kejuaraan ini tak menarik lagi jika tuan rumah sudah tersingkir," katanya.

Bersama sejumlah rekannya, dia kemudian berlari menuju stasiun metro di Telheiras, stasiun terdekat dengan Stadion Alvalade. Membeli tiket, mencari jalur yang benar, dan naik metro menuju Oriente di salah satu konsentrasi perayaan sukses Portugal berlangsung.
Di stasiun Alameda, ketika harus berganti metro, Vladimir ikut turun. Di atas balkon stasiun, dia pun meneriakkan yel-yel Portugal.

Vladimir bukan satu-satunya orang bukan Portugal yang mendukung tuan rumah. Alasannya nyaris sama, Piala Eropa akan terasa seperti sayur kurang garam bila Portugal langsung tersingkir di putaran pertama.

Ada pula Frans van Breukelen. Dia datang dari Rotterdam mendukung tim nasional Belanda. Wajahnya terlihat masih sedih ketika naik bus dari Coimbra menuju Lisabon. Maklumlah, sehari sebelumnya, Belanda kalah menyakitkan 2-3 dari Republik Ceko.

"Piala Eropa akan lebih ramai jika Portugal masih bertahan. Lagi pula, tentu menyedihkan bagi pendukungnya bila mereka gagal di kandang sendiri," katanya.

Di atas metro dalam perjalanan ke Oriente, Robert McLeish ikut merayakan sukses Portugal. Dia membawa dua orang anak laki-lakinya yang masih berusia belia. Seperti Vladimir dan Van Breukelen, McLeish juga gembira begitu Portugal bisa mengalahkan Spanyol.

McLeish sendiri sebenarnya berdarah Skotlandia. Tapi kini dia tinggal dan mencari makan di Inggris. Karena itu, dia ikut mendukung Inggris. Apalagi, Skotlandia tak lolos ke Portugal.

McLeish sempat berbagi rasa dengan pendukung tuan rumah yang asli Portugal. Kedua putranya bahkan dipakaikannya kostum mini seperti kostum tim nasional Portugal. Yang satu mengenakan kostum dengan nama punggung Luis Figo, satu lainnya bernama Nuno Gomes.

Tapi, McLeish sempat tersedak ketika Miguel, orang Portugal yang berdiri di sampingnya menyodok. "Kita akan bertemu di perempat final. Anda ingat apa yang terjadi empat tahun lalu?" kata Miguel.

McLeish mencoba mengingat sejenak. Dia sadar, ketika itu Inggris dikalahkan Portugal 2-3 di penyisihan Piala Eropa 2000. Miguel rupanya tak enak hati juga. "Itu masa lalu. Mudah-mudahan pertandingan nanti tetap akan seramai itu," katanya.

Begitulah. Seorang suporter sepak bola boleh saja mendukung habis timnya. Tapi, mereka juga harus ingat di langit mana dia berpayung saat itu.

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :