Rusia 2, Yunani 1
Selasa, 22 Juni 2004 | 09:58 WIB
Seluruh Yunani larut dalam pesta kemenangan.
FARO - Yunani berhasil menggenggam sejarah. Kekalahan 1-2 dari Rusia di pertandingan terakhir Grup A, di Algarve Stadium Faro Senin dini hari WIB, tak menghalangi mereka untuk lolos ke perempat final.
Yunani pun berhasil membelalakkan mata dunia. Pada dua turnamen besar sebelumnya, mereka tak pernah bisa menang. Kini mereka justru lolos ke perempat final, sebagai runner up grup di bawah Portugal.
Prestasi ini terasa lebih bermakna karena mereka lolos dengan menyisihkan Spanyol, yang jauh lebih diunggulkan.
Setelah menjalani seluruh pertandingan di Grup A, Yunani dan Spanyol sebenarnya sama-sama mengoleksi nilai empat. Mereka juga memiliki selisih gol sama. Hanya Yunani kemudian lolos karena lebih unggul dalam produktivitas gol (4-4) dibandingkan Spanyol (2-2).
Detik-detik menuju kesuksesan itu --dalam pertandingan melawan Rusia-- sungguh menegangkan. Wajah-wajah tertekan tampak di tribun stadion Algarve dan juga di tempat-tempat publik lain di hadapan televisi. Di pertandingan itu, Yunani memang dihantam Rusia yang sudah tersingkir lebih awal.
Yunani langsung ketinggalan lewat gol cepat Dmitry Kirichenko di menit ke-2 dan gol Dmitry Bulykin menit ke-17. Mereka akhirnya cuma bisa memperkecil ketinggalan lewat Zisis Vryzas di menit ke-43.
Tekanan itu lantas hilang ketika hasil pertandingan Spanyol dan Portugal diketahui. Portugal mengalahkan Spanyol 1-0. Yunani lebih unggul selisih dalam produktivitas gol dari Spanyol. Selamat lah Yunani.
Seluruh negeri pun lantas larut dalam pesta. Kota-kota di pelosok Yunani bergelora dalam luapan kegembiraan dan percik kembang api.
Lapangan Omonia di tengah kota Athena, Yunani, jadi lautan manusia. Ratusan orang menyanyikan lagu kebangsaan. Yang lainnya berdansa dalam terangnya pijar kembang api. Sekelompok orang lainnya berteriak-teriak dan berpelukan dengan gembira.
Jalanan Athena juga penuh mobil dan motor yang hingar bingar membunykan klakson. Warna biru dan putih yang jadi warna nasional tergantung di jendela-jendela rumah.
Perdana Menteri Yunani, Costas Karamanlis, dalam pernyataan tertulisnya mengucapkan selamat pada tim. "Saya berharap sukses bersejarah ini terus berlanjut," katanya.
Pelatih Otto Rehhagel juga berbunga-bunga. "Hari ini hanya ada kegembiraan dan tak ada kritikan. Kami sudah memenangkan segalanya," kata pelatih asal Jerman ini.
Rehhagel kini jadi pahlawan baru bagi Yunani. Tetapi lebih dari itu, keberhasilan Yunani ini juga menjadi kemenangan pribadi Rehhagel.
Pelatih berjuluk "King Otto" itu selama ini diragukan Werder Bremen. Kini dia telah memberi bukti bahwa dia bisa sukses di mana saja.
Sukses itu juga membuat kantong pemain Yunani lebih tebal, karena bonus US$ 2,4 juta (Rp 22,6 miliar) sudah menanti mereka.
Tetapi bagi kapten tim Theodoros Zagorakis, uang itu tidak lah sebanding dengan kehormatan yang mereka dapat. "Saya kira kami telah memenuhi janji di awal turnamen. Saat mengalahkan Portugal, saya mengatakan semua orang di Eropa akan membicarakan kami. Sekarang bahkan seluruh dunia akan membicarakan kami," katanya.
Yunani kini akan menunggu lawan di perempat final, yaki juara Grup B yang dini hari tadi baru akan ketahuan.
Masyarakat Yunani sendiri, sesuai hasil polling sebuah televisi, lebih menginginkan Inggris jadi lawan di perempat final.
Sebanyak 70 persen masyarakat peserta polling lebih menyukai Yunani bertemu Inggris dari pada juara bertahan Prancis di babak ini.
Rehhagel mengatakan, ia tidak terlalu peduli siapa lawan di perempat final, karena timnya tetap memiliki keuntungan. "Kami akan jadi tim paling membahayakan di babak delapan besar karena kami tak memiliki beban," katanya.
Rusia 2, Yunani 1
Gol :
Rusia : Dmitry Kirichenko 2, Dmitry Bulykin 17
Yunani : Zisis Vryzas 43
Babak pertama : 2-1
Stadion : Algarve, Faro
Penonton : 30.000
Tim :
Rusia (4-4-2): 12-Vyacheslav Malafeyev; 16-Vadim Yevseyev, 13-Roman Sharonov (17-Dmitry Sennikov 56), 21-Alexei Bugayev, 14-Alexander Anyukov; 5-Andrei Karyaka (6-Igor Semshov 46), 2-Vladislav Radimov, 15-Dmitry Alenichev, 8-Rolan Gusev; 9-Dimitry Bulykin (3-Dmitry Sychev), 18-Dmitry Kirichenko.
Yunani (4-5-1): 1-Antonis Nikopolidis; 2-Yourkas Seitaridis, 19-Michalis Kapsis, 5-Traianos Dellas, 3-Stelios Venetidis (14-Takis Fyssas 89); 9-Angelos Haristeas, 21-Costas Katsouranis, 7-Theodoros Zagorakis, 6-Angelos Basinas (10-Vassilis Tsartas 41), 22-Dimitrios Papadopoulos (11-Demis Nikolaidis 69); 15-Zisis Vryzas.
Kartu kuning :
Rusia : Roman Sharonov (15), Alexander Anyukov (28), Andrei Karyaka (39), Dmitry Alenichev (65), Vladislav Radimov (70), Vyacheslav Malafeyev (88)
Yunani : Zisis Vrizas (45), Traianos Dellas (86)
Wasit : Gilles Veissiere (Prancis)
Topik :



Komentar Anda :