BELANDA VS LATVIA

Rabu, 23 Juni 2004 | 12:00 WIB

BELANDA VS LATVIA

Selain harus mengalahkan Latvia, mereka berharap kebaikan hati Republik Ceko.

BRAGA - Sebuah pesan pendek mampir di telpon seluler gelandang bertahan Belanda Wesley Sneijder. Pesan itu dikirimkan pemain Republik Ceko Tomas Galasek yang merupakan rekannya di Ajax Amsterdam. "Kami akan melakukan apapun untuk membantu kalian lolos ke perempat final," isi pesan tersebut.

Belanda memang membutuhkan 'kebaikan hati' Ceko yang lebih dulu lolos ke perempat final. Maklum saja, mereka berada di posisi ketiga Grup D dengan nilai satu hasil imbang 1-1 dengan Jerman di pertandingan pertama sebelum ditekuk Ceko 3-2.

Jerman yang juga harus menang dari Ceko berada di posisi kedua dengan nilai dua. Di pertandingan terakhir mereka bermain imbang 0-0 dengan Latvia.

Artinya, Belanda baru bisa lolos jika mereka bisa mengalahkan Latvia pada pertandingan di Estadio Municipal Braga, malam ini, dengan catatan pada pertandingan lain Ceko mengalahkan Jerman.
"Nasib kami kini berada di tangan Ceko, dan itu membuat kami sangat frustrasi. Tapi kami juga harus fokus untuk memenangkan pertandingan kami menghadapi Latvia. Kami hanya punya satu peluang dan kami harus meraihnya dengan kedua tangan kami sendiri," kata gelandang Edgar Davids.
Frustrasi mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan situasi di kubu Tim Oranje.

Sempat unggul lebih dulu 2-0, Belanda akhirnya menyerah 3-2 dari Ceko di Aveiro, Sabtu lalu. Keputusan pelatih Dick Advocaat yang menarik pemain sayap Arjen Robben dan menggantinya dengan bek gaek Paul Bosvelt dianggap sebagai penyebab kekalahan tim Oranje.

Bahkan legenda Belanda Johan Cruyff tak kuasa melontarkan kritiknya. "Saya takkan pernah membuat pergantian seperti itu," kata pemain yang mengantar Belanda menjadi runner-up Piala Dunia 1974 itu.

Entah karena kecaman itu atau bukan, yang jelas, Senin lalu, Advocaat tak muncul dalam pertemuan pers di markas latihan Belanda. Dia menyerahkan tugas tersebut kepada asistennya, Willem van Hanegem.

Van Hanegem mengatakan mereka sudah siap menghadapi Latvia. "Sangat aneh jika kami tidak siap mengahdapi pertandingan ini. Tentu saja para pemain sudah siap. Jika tidak, maka kami berada dalam masalah besar," katanya.

Belanda akan menurunkan tim yang sama ketika berhadapan dengan Ceko. Artinya lini belakang akan mengandalkan Jaap Stam, tengah duet Davids dan Clarence Seedorf, serta striker Ruud van Nistelrooy yang akan menjadi penyerang tunggal.

Keputusan Advocat yang hanya memainkan van Nistelooy di lini depan juga di pertanyakan. Padahal ia memiliki dua penyerang subur lainnya seperti Patrick Kluivert dan Roy Makaay. Namun Nistelrooy berjanji akan mencetak gol ke gawang Latvia dan berharap Republik Ceko setidaknya bisa menahan imbang Jerman.

"Saya sudah mencetak dua gol dan akan terus berlanjut menghadapi Latvia. Kami masih bisa lolos dan akan mengusahakan lolos," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Satu-satunya pemain yang harus absen adalah bek kanan Johnny Heitinga yang menjalani skorsing. Michael Reiziger akan menggantikan posisinya.

Di saat Belanda harus memantapkan statusnya sebagai salah stau tim besar Eropa, Latvia berharap bisa mencatat sejarah dengan lolos dari grup D.

"Kami kalah di pertandingan pertama, imbang di pertandingan kedua, dan kini saatnya memetik kemenangan. Kami mengejutkan semua orang dengan lolos ke Piala Eropa. Dan kini kami akan menghasilkan mukjizat," kata bek Mihails Zemlinskis satu-satunya pemain yang memperkuat Latvia di pertandingan internasional pertama mereka tahun 1992 setelah pisah dari Uni Soviet setahun sebelumnya.

Semula Latvia dianggap bakal menjadi lumbung gol bagi tim mantan juara Ceko, Jerman, dan Belanda. Tapi kini mereka meraih satu angka dan memiliki peluang sama dengan Jerman dan Belanda untuk lolos.

Latvia mengandalkan lini pertahanan mereka. Duet Igors Stepanovs dan Mihails Zemlinskis akan menjadi jenderal di barisan pertahanan. Serta serangan menusuk lewat Maris "Riga Rocket" Verpakovskis.

Penyerang yang memiliki lari cepat ini sempat membuat kocar-kacir pertahanan Jerman. Hanya ketidakberuntungan, kawalan ketat pemain belakang, dan penampilan menawan Oliver Kahn yang membuat ia tak menembus gawang Jerman.
"Sepuluh hari lalu, saat kami bicara soal perempat final, orang-orang menganggap sebagai lelucon.

Kenyataannya sekarang tak ada yang tertawa. Kami punya kesempatan itu. Kami bertahan bagus menghadapi Jerman dan kini kami akan melakukan semuanya untuk mengalahkan Belanda," kata pelatih Latvia Aleksandrs Starkovs.






Komentar Anda

Kirim