JERMAN VS REPUBLIK CEKO

Rabu, 23 Juni 2004 | 12:02 WIB

JERMAN VS REPUBLIK CEKO

Nasib Jerman ditentukan dalam pertandingan ini. Bagi tim 'Panzer', kalah berarti tersingkir.

LISABON-Jerman menghadapi tantangan berat dalam pertandingan terakhir Grup D menghadapi Republik Ceko. Hanya kemenangan yang bisa membawa Jerman ke babak perempat final. Kalau Jerman kalah dan ada pemenang dalam pertandingan Belanda melawan Latvia, maka Michael Ballack dan kawan-kawan harus pulang lebih cepat.

Jerman berada di posisi kedua klasemen Grup D dengan nilai dua setelah bermain imbang dengan Belanda dan Latvia. Ketiga tim ini masih punya peluang untuk mendampingi Ceko yang sudah dipastikan menjadi juara grup setelah mencatat dua kemenangan.

Menghadapi pertandingan menentukan itu Jerman justru ditimpa persoalan. Tiga pemain tengahnya dirundung cedera. Dietmar Hamann menderita memar di paha, Bernd Schneider menderita cedera otot betis, sedangkan Bastian Schweinsteiger menderita memar di betis. Namun, ada kabar gembira karena pemain belakang Jens Nowotny sudah pulih dari cedera lutut dan siap dimainkan.

"Tapi saya perkirakan mereka bertiga bisa tampil dalam pertandingan nanti. Tidak ada cedera serius," kata asisten pelatih Jerman, Michael Skibbe.

Tak mudah bagi Jerman untuk mengalahkan Ceko seperti pada babak final Piala Eropa 2001 di Inggris. Namun, Jerman bisa memanfaatkan lemahnya lini belakang Ceko. Inilah yang membuat pelatih Ceko, Karel Bruckner, khawatir. Meski demikian, ia tak akan membuat banyak perubahan. "Pertahanan kami jelek sekali dengan empat pemain berdiri sejajar. Masalahnya hanya sesederhana itu," kata Bruckner.

Bruckner tampaknya akan mengubah pola 4-4-2 menjadi 3-5-1 dengan lebih memaksimalkan pemain gelandang. Bek kanan Zdenek Grygera tampaknya bakal diistirahatkan setelah membuat kesalahan fatal dalam dua pertandingan sebelumnya saat melawan Latvia dan Belanda. Ia ditarik keluar pada menit ke-25 ketika timnya mengalahkan Belanda 3-2. Ia gagal menutup lawan sehingga gawang Petr Cech kebobolan dua kali.

"Grygera tampil jelek sekali dalam tiga pertandingan berturut-turut. Tak mungkin kami tidak melihatnya. Penampilannya sungguh menyedihkan," kata Bruckner.

Bruckner juga mengisyaratkan bakal mengistirahatkan sejumlah pemain pilar, termasuk Pavel Nedved dan Tomas Galasek, karena sudah pasti lolos. Gelandang Vladimir Smicer dan striker Milan Baros, misalnya, tak yakin apakah bakal dipasang melawan Jerman. Kedua pemain itu menjaringkan masing-masing satu gol ke gawang Belanda dalam pertandingan sebelumya.

"Akan ada perubahan. Kami tak tahu seberapa banyak," kata Smicer. "Kami sudah lolos jadi tidak ada yang dikhawatirkan. Kami tidak mendapat tekanan untuk main menyerang. Kami tinggal menunggu bagaimana mereka bermain," katanya.

Smicer yakin, Jerman akan berjuang keras untuk menang karena jika kalah pasukan Rudi Voeller akan tersingkir. "Mereka butuh kemenangan, tapi kami juga ingin tampil bagus dan saya yakin kami akan menang," tuturnya.

Seperti halnya Smicer, Baros juga tak mau jadi bulan-bulanan Jerman. Mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk kemenangan Ceko. "Kami jarang menang melawan mereka, jadi kali ini kami ingin menang. Ini adalah Jerman. Tantangan besar bagi para pemain untuk mengerahkan seluruh kemampuannya," kata Baros.

Absennya sejumlah pemain pilar itu, tentu saja, akan dimanfaatkan oleh Jerman. Namun kapten tim Jerman, Oliver Kahn, mengingatkan rekan-rekannya agar jangan meremehkan Ceko meski akan turun dengan tim B. Melawan tim cadangan bukan berarti akan lebih mudah bagi Jerman untuk menang.

"Jangan berpikir kalau mereka menurunkan tim cadangan adalah keuntungan buat kami. Itu suatu kesalahan. Jangan-jangan itu hanya gertak sambal," ujar Kahn. "Pemain cadangan pasti akan menampilkan permainan terbaiknya dengan harapan dipasang sebagai starter," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Skibbe. Menurutnya, setiap pelatih akan mengistirahatkan pemain pilarnya jika sudah lolos. "Tapi kami tak mau ambil risiko sampai pertandingan selesai," katanya.

Pelatih Rudi Voeller kemungkinan akan kembali pada pola satu penyerang seperti saat menahan imbang Belanda 1-1. Voeller mengubah pola dengan memasang dua penyerang saat melawan Latvia dan gagal. Kahn meminta Voeller untuk memperkuat lini belakang. "Kami harus tetap kompak di belakang. Saya yakin kami akan sukses di turnamen ini," kata kiper Jerman itu.

Dalam sejarah Piala Eropa, Jerman dan Ceko sudah bertemu dua kali di babak final. Pada 1976 di Yugoslavia, Ceko yang saat itu masih bergabung dengan Slowakia, menang dalam adu penalti setelah imbang 2-2. Pada 1996 di Inggris, Jerman membalas dengan kemenangan 2-1 dengan gol emas Oliver Bierhoff. Di turnamen itu, Jerman juga mengalahkan Ceko 2-0 dalam penyisihan grup.






Komentar Anda

Kirim