PORTUGAL Vs YUNANI

Selasa, 06 Juli 2004 | 10:27 WIB

0 Gol 1
10 Tendangan Sudut 1
4 Offside 3
19 Pelangagran 21
2 Kartu kuning 4
24 Tendangan bebas 22
10 Tendangan ke gawang 1
10 Tendangan gagal 4
0 Diselamatkan kiper 5
58% Penguasaan bola 42%

TIM

Portugal: Ricardo - Miguel (Paulo Ferreira 43), Ricardo Carvalho, Jorge Andrade, Nuno Valente - Costinha (Rui Costa 60), Maniche - Luis Figo (cap), Deco, Cristiano Ronaldo - Pauleta (Nuno Gomes 74)

Yunani: Antonis Nikopolidis - Giourkas Seitaridis, Traianos Dellas, Mihalis Kapsis, Panagiotis Fyssas - Theodoros Zagorakis (cap), Angelos Basinas, Konstantinos Katsouranis - Angelos Charisteas, Stylianos Giannakopoulos (Stylianos Venetidis 76) - Zisis Vrizas (Dimitrios Papadopoulos 81)

Wasit: Markus Merk (Germany)
Stadion: Luz, Lisabon
Penonton: 62.865

DATA DAN FAKTA

* Ini untuk pertama kalinya putaran final Piala Eropa mempertemukan dua tim yang berhadapan di pertandingan pembukaan, bertarung lagi di final.

* Portugal jadi tuan rumah pertama yang maju ke final tapi kemudian kalah. Tiga tuan rumah sebelumnya yang maju ke final berhasil memenangkan gelar juara. Mereka adalah Spanyol (1964), Italia (1968), dan Prancis (1984)

* Bagi Yunani, ini adalah gelar pertama di kejuaraan internasional bergengsi. Negara terakhir yang memenangkan gelar utama untuk pertama kalinya adalah Denmark ketika memenangan Piala Eropa 1992 di Swedia.

* Kemenangan Yunani menjadikan mereka negara kedua yang menaklukkan sebuah tim dua kali di Piala Eropa. Sebelumnya Jerman juga mencatat kemenangan ganda atas Republik Ceko pada Piala Eropa 1996 di Inggris.

* Yunani menjadi negara pertama yang memenangkan kejuaraan bergengsi dengan menggunakan pelatih asing. Sebelumnya, peristiwa ini tak pernah terjadi di 11 Piala Eropa sebelumnya, bahkan juga di 17 kali penyelenggaraan Piala Dunia.

* Dua pelatih asing lainnya, yakni George Raynor bersama Swedia pada 1958 dan Ernst Happel dengan Belanda pada 1978, membawa timnya ke final Piala Dunia, tapi keduanya kalah. Pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari, mengikuti jejak Raynor dan Happel, membawa timnya ke final dan kalah.

* Dalam usia 65 tahun, 10 bulan, dan 25 hari, Otto Rehhagel menjadi pelatih tertua yang memenangkan Piala Eropa. Dia mematahkan rekor Rinus Michels saat membawa Belanda menjuarai Piala Eropa 1988. Sebelumnya dia juga mematahkan rekor Miguel Munoz, pelatih Prancis, sebagai pelatih tertua yang meloloskan timnya ke final. Munoz di Piala Eropa 1984 berusia 62 tahun.

* Yunani memenangkan seluruh pertandingannya di babak penyisihan yang menggunakan sistem gugur dengan skor sama 1-0. Mereka adalah satu-satunya tim yang tak kebobolan dalam tiga pertandingan penyisihan dengan sistem kompetisi di kejuaraan bergengsi.

* Yunani menyamai rekor Inggris sebagai satu-satunya tim yang mencetak sedikitnya satu gol di setiap pertandingan Piala Eropa 2004.

* Yunani menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan tuan rumah dan juara bertahan pada sebuah Piala Eropa.

* Empat pemain Yunani selalu tampil penuh di Piala Eropa kali ini. Mereka adalah Antonis Nikopolidis, Theorodor Zagorakis, Michalis Kapsis, dan Traianos Dellas.

* Kemenangan Yunani membuat mereka kini memiliki rekor imbang lawan Portugal. Portugal menang empat kali, seri empat kali, dan kalah empat kali.

* Untuk pertama kalinya, Portugal gagal mencetak gol di Piala Eropa 2004.

* Dalam final Piala Eropa sebelumnya, setiap tim yang tampil sebagai juara, sedikitnya mencetak dua gol. Kemenangan Yunani 1-0 atas Portugal mematahkan tradisi itu.

* Kekalahan Portugal membuat Belanda menjadi satu-satunya tim yang merebut gelar juara setelah kalah di pertandingan pembukaannya. Belanda di Piala Eropa 1988 kalah dari Uni Soviet dan kemudian mengalahkannya di final.

* Kapten Portugal, Luis Figo, bergabung dengan Zinedine Zidane, Lilian Thuram, dan Karel Poborsky sebagai pemegang rekor penampil terbanyak di putaran final Piala Eropa. Mereka masing-masing tampil di 14 pertandingan.

* Penampilan Figo yang ke-110 ini membuatnya menyamai rekannya, Fernando Couto, sebagai pemain yang paling sering membela Portugal.

* Jorge Andrade dan Ricardo menjadi pemain Portugal yang selalu tampil penuh selama Piala Eropa 2004 berlangsung.

DRAMA 90 MENIT

04: Pauleta dan Deco melakukan kombinasi di sisi kotak penalti. Pauleta jatuh di kotak penalti, wasit mengabaikan tuntutan penalti.

10: Pauleta memburu umpan jauh. Tapi, kiper Antonis Nikopolidis berhasil mendahuluinya dan mengamankan bola.

14: Bek sayap Miguel menerobos dari sektor kanan setelah menerima umpan cemerlang Luis Figo. Tendangan datar menyilangnya ditepis kiper Nikopolidis.

16: Kiper Portugal, Ricardo, dengan cepat keluar dari gawangnya untuk mengamankan tendangan Zisis Vryzas yang mendapat umpan dari Gioukas Seitaridis.

17: Pauleta melepaskan tendangan jarak jauh, sekitar 18 meter. Nikopolidis tak kesulitan menyelamatkan gawangnya.

24: Maniche mendapat bola di sisi kotak penalti setelah tendangan penjuru Portugal disapu sundulan pemain Yunani. Tendangan drive mendatar Maniche sedikit melebar.

27: Angelos Charisteas mencoba menerobos dari lini gelandang untuk mengancam gawang Portugal. Tapi dia diganjal sebelum bisa melakukan tendangan.

39: Pertandingan sempat terhenti karena Miguel menjalani perawatan atas cedera arinya. Dia harus keluar lapangan. Miguel masuk kembali, tapi tak lama kemudian digantikan Paulo Ferreira.

41: Stelios Giannakopoulos mendapat umpan tendangan bebas melambung di tiang jauh dan mendorong bola kembali ke gelandang Katsouranis. Sayangnya, sundulan Katsouranis masih melebar dari gawang.

48: Charisteas menerobos dan melepaskan diri dari Nuno Valente. Dia melepaskan umpan silang, tapi berhasil disapu pemain Portugal sebelum sampai di hadapan Vryzas.

49: Ronaldo mengirim umpan ke arah Pauleta di sisi kotak penalti. Umpannya cukup cemerlang, tapi tendangan Pauleta dengan mudah diamankan Nikopolidis.

53: Playmaker Portugal, Deco, menyelip dari lini gelandang dan mencoba melepaskan tendangan melengkung dari jarak 30 meter. Tetapi, tendangannya masih tinggi di atas mistar gawang.

57: Yunani mendapatkan tendangan penjuru pertama setelah umpan silang Seitaridis disapu pemain lawan. Basinas melakukan tendangan penjuru. Charisteas menaklukkan pengawalnya, Costinha dan kiper Ricardo, untuk melesakkan bola lewat sundulan kepalanya ke gawang tuan rumah.

58: Ronaldo mencoba mengembalikan Portugal ke permainannya. Sayang tendangannya kurang terarah.

60: Ronaldo menerobos, melewati pengawalnya. Dia melepaskan tendangan drive dari jarak 18 meter. Kiper Yunani berhasil menyelamatkannya.

62: Rui Costa yang baru dua menit di lapangan, menunjukkan penampilan yang menjanjikan. Dia menerobos ke kotak penalti, mengirim umpan balik menyilang. Tapi tak ada pemain Portugal yang berada di kotak penalti untuk memanfaatkannya.

63: Deco gagal memanfaatkan kesempatan. Tendangan jarak jauhnya dari jarak 20 meter melambung tinggi di atas mistar gawang.

64: Kapten Portugal, Luis Figo, memanfaatkan kekeliruan di lini pertahanan Yunani. Dia melepaskan tendangan mendatar, tapi terarah langsung kepada kiper.

65: Yunani mendapatkan peluang ketika Theodoros Zagorakis mengirim umpan. Vryzas yang berada di bawah tekanan lawan, gagal memanfaatkannya.

68: Tiga tendangan penalti dari tim Portugal dalam waktu tiga menit sempat mengacaukan pertahanan Yunani. Tapi, Portugal belum juga bisa menyamakan kedudukan.

73: Rui Costa mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan dari jarak 18 meter. Sayangnya, tendangannya masih melebar.

75: Ronaldo, penyerang asal Manchester United, menerobos dari samping pertahanan Yunani saat dia memburu umpan silang. Dia mencoba mengangkat bola melewati Nikopolidis. Bola tinggi di atas gawang.

81: Bek sentral Portugal, Ricardi Carvalho, ikut membantu serangan Portugal yang memburu gol untuk menyamakan kedudukan. Dia mengirim tendangan keras dari jarak 20 meter. Sambil terbang, Nikopolidis meredamnya.

90: Luis Figo berhasil menerobos ke kotak penalti Yunani setelah meliuk-liuk memainkan bola. Tendangannya dari jarak 12 meter membentur kaki lawan sehingga bola melebar dari gawang. Tak lama kemudian, setelah menambah injury time menjadi lima menit, wasit Markus Merk meniup peluit panjang, mengakhiri pertandingan dengan melahirkan juara baru.

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :