Ini Bukan Mimpi
Selasa, 06 Juli 2004 | 10:33 WIB
TEMPO Interaktif, Lisabon:Sebuah gol Angelos Charisteas membuat masyarakat Yunani sejenak melupakan semua. Gol tunggal striker berumur 24 tahun itu, membawa Yunani menjadi juara Eropa, setelah menyingkirkan tuan rumah Portugal 1-0 dalam pertandingan final Euro 2004 di Lisabon, Minggu.
Masyarakat Yunani pasti sulit percaya, tim mereka bisa menjadi juara Eropa setelah bersaing dengan tim-tim raksasa. Mungkin menjadi juara Eropa pun tidak pernah terlintas dalam mimpi-mimpi mereka.
"Saya ingin mengatakan kepada masyarakat Yunani bahwa ini bukan mimpi. Kita memang juara Eropa," kata pelatih Otto Rehhagel, yang langsung menjadi pahlawan. "Nikmati lah, ini hari yang unik untuk masyarakat Yunani. Hari ini Anda telah menulis sejarah di Eropa."
Gol Charisteas di menit ke-57 itu, seperti melengkapi melencengnya sebuah prediksi. Siapa pun tidak akan pernah membayangkan Yunani bakal menjadi juara Euro 2004, bahkan orang Yunani sendiri.
"Kami juara Eropa, ini sulit dipercaya untuk sepak bola Yunani," kata Charisteas. "Seluruh masyarakat Yunani harus merayakannya, di Jerman, Australia, di mana saja. Yang terjadi hari ini belum terjadi selama bertahun-tahun. Kami bermain melawan tim-tim besar dan hari kami adalah Raja Eropa."
Kapten Theo Zagorakis, 32 tahun, menganggap kemenangan Yunani ini berkat semangat kebersamaan tim. "Kami membuktikan sekali lagi bahwa semangat Yunani selalu bisa menjawab tantangan. Ini merupakan berkah dari Tuhan. Kami telah melakukan sesuatu yang bersejarah di sini di Portugal," katanya.
Hasil final ini membuktikan bahwa kemenangan Yunani atas Portugal dalam partai pembukaan 12 Juni lalu, bukan karena kebetulan.
Seperti sudah diduga, pertandingan final itu tidak terlalu menarik. Yunani bermain dengan pertahanan ketat, sehingga Portugal kesulitan menembusnya. Beberapa serangan Portugal coba dibangun melalui Cristiano Ronaldo dan Pauleta. Sundulan Ronaldo hanya membentur gawang dan sebuah tendangan mendatarnya bisa ditahan kiper Antonios Nikopolidis.
Yunani juga mencatat sebuah peluang ketika Charisteas dan Stylianos Giannakopoulos berhasil menerobos pertahanan Portugal, namun masih belum menghasilkan gol. Namun babak pertama praktis menjadi milik Portugal. Sebuah peluang emas terjadi ketika tendangan sudut Deco diterima Maniche di jantung pertahanan Yunani.
Namun gelandang FC Porto, yang berhasil mencetak gol dari posisi sulit dalam pertandingan melawan Belanda di semifinal, kali ini gagal ketika tendangannya melenceng tipis.
Bek Portugal, Miguel, yang cedera memaksa pelatih Luiz Felipe Scolari menggantinya dengan Paulo Ferreira dua menit sebelum turun minum. Ferreira, yang menyebabkan terjadinya gol pertama Yunani ketika mengalahkan Portugal 2-1, kembali gagal mengawal pertahanan tim tuan rumah dengan baik.
Yunani mendapat peluang ketika pertandingan babak kedua baru berjalan 11 menit. Georgios Seitardis berhasil menerobos pertahanan lawan, hingga memaksa Ronaldo membuang bola di sebelah barat gawang Portugal. Angelis Basinas melakukan tendangan sudut dan Charisteas berhasil mendahului Costinha dan Ricardo Carvalho untuk menyundul bola dan menaklukkan kiper Ricardo, yang mengambil posisi di belakang lawan.
Scolari kemudian memasukkan Rui Costa menggantikan Costinha. Penampilan terakhirnya di pertandingan internasional itu, nyaris dicatat dengan tinta emas ketika ia memberi umpan Luis Figo, namun tendangan kapten Portugal itu bisa ditahan Nikopolidis.
Ketika pertandingan tinggal 17 menit lagi, Scolari memainkan kartu terakhirnya dengan memasukkan Nuno Gomes menggantikan Pauleta, yang kurang efektif. Dua menit kemudian, Costa memberi umpan pada Ronaldo di depan gawang namun gelandang Manchester United ini gagal melakukan tendangan first time dan tendangan keduanya melambung di atas gawang.
Nikopolidis kemudian menghasilkan penyelamatan gawang terbaiknya malam itu ketika bisa menahan bola tendangan Carvalho dari jarak 25 meter. Peluang terakhir Portugal terjadi ketika pertandingan tinggal dua menit. Setelah zigzag, Figo berhasil mendekati gawang namun tendangannya dari jarak 12 meter membentur kaki Traianos Dellas dan bola melesat keluar.
Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit, setelah seorang pendukung Portugal berkaos hitam masuk lapangan. Sambil berlari, ia melemparkan bendera ke arah Figo sebelum ia ditangkap polisi setelah menabrak jala gawang.
Topik :



Komentar Anda :