Sampai Jumpa 2008
Rabu, 07 Juli 2004 | 10:21 WIB
Pesta masih terasa hangat di Athena dan seluruh kota di Yunani. Air mata pun akan segera mengering di tanah Portugal. Euro 2004 akan dikenang dan tak mungkin dilupakan. Selama 24 hari, di Portugal, para seniman bola Eropa telah beraksi. Mereka telah memuaskan para pencinta sepak bola dunia. Kenangan manis dan kenangan paling pahit pun telah tersimpan kelak, untuk dikenang.
Angelos Charisteas, Theodoros Zagorakis, Otto Rehhagel, dan seluruh pemain Yunani telah meninggalkan Portugal. Charisteas--pencetak gol terakhir di Euro 2004 yang membawa Yunani juara, Zagorakis--pemain terbaik Euro 2004, Rehhagel--arsitek keberhasilan Yunani, dan seluruh pemain Yunani, tentu saja, tak ingin berhenti di sini. Mereka akan segera bermain di klub masing-masing. Charisteas di Perugia, Zagorakis di AEK Athena. Mereka akan kembali berkumpul untuk menghadapi Piala Dunia Jerman 2006 dan Piala Eropa 2008 di Swiss dan Austria. Otto Rehhagel? Bisa jadi lelaki bertangan dingin ini masih bersama Yunani, bersama anak-anaknya yang pernah tak lagi punya motivasi. Rehhagel datang ketika Charisteas dan kawan-kawannya sedang tertidur lelap seusai gagal ke Piala Dunia 2002.
Menjelang Piala Dunia 2006, Jerman memang ingin Rehhagel kembali ke negaranya. Tapi, Yunani, bisa jadi sudah mengikat kakinya, tidak hanya hingga Jerman tapi juga untuk Swiss dan Austria di Euro 2008 mendatang. Ini memang masalah hati Rehhagel yang siapa pun tak boleh masuk ke wilayah ini.
Euro 2004 sudah berakhir. Yunani akan segera kembali ke Swiss dan Austria, empat tahun mendatang. David Beckham, Zinedine Zidane, Luis Figo, bisa jadi tak lagi bermain di sana. Tapi, anak-anak Yunani itu, pasti akan kembali. Kembali untuk mempertahankan gelar juara.
Topik :





Komentar Anda :