Bangkitkan Kebanggaan Nasional
Selasa, 27 Mei 2008 | 11:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kendala cedera dan pasang-surutnya penampilan beberapa bintang membuat pelatih Turki, Fatih Terim, melakukan banyak eksperimen pada dua laga uji coba terakhir. Hasilnya, Turki menang 1-0 atas Slovakia, Selasa pekan lalu, dan kalah 2-3 oleh Uruguay.
Terim, 54 tahun, mengerti benar bagaimana pentingnya arti Euro 2008 bagi para pendukung Turki. Itulah yang membuatnya melakukan beberapa inovasi untuk mengoptimalkan kemampuan terbaik timnya. Salah satu keputusannya yang paling berani adalah membuang Hakan Sukur, kapten dan penyerang andalan.
Dada warga Turki menggelembung ketika Ay-Yildizlilar (Pasukan Bulan Bintang)--julukan tim mereka--berhasil keluar sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 2002. Tapi mereka lantas dibuat kecewa karena Turki kemudian gagal melewati kualifikasi Euro 2004 dan Piala Dunia 2006.
"Turki adalah tim peringkat ketiga Piala Dunia 2002 dan setiap orang berharap besar kepada tim nasional mereka," kata Terim. "Tapi Piala Eropa lebih berat daripada Piala Dunia."
Sedikit-banyak Turki mendapat keberuntungan saat kualifikasi. Tim itu tergabung dalam Grup 3 yang tak terlalu berat karena cuma bersaing dengan Yunani, Norwegia, Bosnia-Herzegovina, Moldova, Hungaria, dan Malta. Hasilnya, Turki keluar sebagai runner-up di bawah Yunani.
Untuk menjadi juara mungkin teramat berat. Paling tidak, Terim dan anak buahnya dapat mengulang prestasi pada Euro 2000, yaitu masuk babak perempat final. Itulah harapan para suporter.
Turki cukup punya modal untuk membuat kejutan. Tim itu punya pemain-pemain yang mumpuni: Nihat Kahveci, dua bersaudara Altintop (Hamit dan Halil), Yildiray Basturk, juga pemain-pemain berkecepatan tinggi macam Tumer Metin dan Arda Turan.AFP | ANDY M
Topik :



Komentar Anda :