Mereka yang Disebut Bakal Pimpin KPK
Jum'at, 25 September 2009 | 10:27 WIB
Dapatkan Majalah Digital Tempo untuk iPad anda. Download di Apple apps store atau klik disini
Komentar (39)
kalau begini jadinya,setiap ada dugaan masalah menyangkut pejabat dalam suatu institusi atau lembaga maupun departemen lalu pejabat tersebut diganti,maka kapan saatnya perubahan dari pejabat tersebut kita peroleh!jangan2X 5 pejabat baru kpk nanti benar2X menjadi pejabat komisi pengamanan kepentingan(logo kpk dengan warna biru semuanya bukan hitam,merah,hitam)maaf,mungkin pendapat ini salah,soalnya saya asli bangsa indonesia sesuai sumpah pemuda dan proklamasi kemerdekaan indonesia,bukan warga negara indonesia.
Web via Tempointeraktifkpk..............adalah instansi yg di tunjuk oleh UU memberantas korupsi tp bukan berakti oknumnya bersih jd semuanya sama.kebetulan kejadian skrg kpk bnyk mendapatkan dukungan yang banyak tp belum tentu dukungan semuanya murni dari suara rakyak aq curiga ada rekayasa jg terhadap pembentukan opini masyarakat jg,BUKTIKAN PAK POLISI KLU OPINI YANG TERJADI SKRG ADALAH YNG MEREKAYASA.kami dukung
Web via Tempointeraktif Resrukturisasi hirarki lembaga-2 tinggi negara tidak lagi menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Apakah Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 bisa membasmi serangga-2 koruptor. Semua lembaga negara sejajar posisi konstitusinya.
Masing-masing lembaga bisa saja mengintepretasikan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 untuk melegalisasi sistim yang koruptif.
Web via Tempointeraktif Pasca resrukturisasi hirarki kelembagaan negara, tidak ada lagi lembaga tertinggi negara (MPR). Apakah Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 bisa membasmi serangga-2 koruptor.
Jika tidak bisa, siapkan saja lubang yang besar bagi "konstitusi jalanan" untuk mengubur hidup-2 para komunitas (yang memberi & yang menerima) korupsi beserta keluarganya.
Web via Tempointeraktif Jika seseorang yang "sudah terbukti bersalah" lalu mengelak tuduhannya hingga meneteskan airmata, maka airmatanya identik dengan air mata buaya. Ya buaya kecanggihan peralatan komunikasinya, ya buaya kemahiran (skill) korupsinya.
Bagaimana pak Kabareskrim - Susno ? Tul ga yah ? Satau saya kalau cicak ga pernah menangis tuh, sekalipun mendapatkan nyamuk yang berdarah pahit, enjoy aja ......
Web via Tempointeraktif
