Nasib Susno Di Ujung Tanduk

Selasa, 06 Oktober 2009 | 12:35 WIB

  • Send
  • Print
Ikuti Survey Majalah Tempo 2011
Dapatkan Majalah Digital Tempo untuk iPad anda. Download di Apple apps store atau klik disini

Komentar (71)

    0       0

    Sumpah demi allah
    ARFIN, LUMAJANG, 29/10/2009 21:28:15 wib

    Wakabareskrim sudah berani berjanji atas nama Allah dalam penahanan tersangka 2 wakil ketua non aktif KPK. Kita tunggu saja, kalau itu benar. kalau tidak... siap siap saja Laknat Allah pada kamu semua oknum petinggi POLRI...
    Go @ HEAD KPK
    MAJU TERUS PANTANG MUNDUR...
    HANCURKAN TIKUS TIKUS PENEGAK HUKUM YANG KORUP...

    mas arifin
    yang di ucapkan susno itu bukan sumpah tapi pernyataan redo

    0       0

    Pak, pak . sumpah aja gk benar. Biar gak dosa ya. Knp gk pake kalimah Billahi, Wallahi, atau Tallahi? Kok Lillahi? Sumpah aja ikut2 direkayasa. Tobat Pak.......Allah Maha Tahu.

    0       0

    Sebenarnya,mereka para pejabat yg korup itu sadar kalau dirinya pasti masuk neraka jahanam,makanya mereka terus-terusan korupsi,biar kavlingnya di neraka dapat yang luas...

    0       0

    Resrukturisasi hirarki lembaga-2 tinggi negara tidak lagi menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Apakah Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 bisa membasmi serangga-2 koruptor. Semua lembaga negara sejajar posisi konstitusinya.
    Masing-masing lembaga bisa saja mengintepretasikan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 untuk melegalisasi sistim yang koruptif.

    0       0

    Pasca resrukturisasi hirarki kelembagaan negara, tidak ada lagi lembaga tertinggi negara (MPR). Apakah Pembukaan dan Batang Tubuh UUD'45 bisa membasmi serangga-2 koruptor.
    Jika tidak bisa, siapkan saja lubang yang besar bagi "konstitusi jalanan" untuk mengubur hidup-2 para komunitas (yang memberi & yang menerima) korupsi beserta keluarganya.


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan