Persekongkolan

Jum'at, 30 Oktober 2009 | 10:59 WIB

  • Send
  • Print
Ikuti Survey Majalah Tempo 2011
Dapatkan Majalah Digital Tempo untuk iPad anda. Download di Apple apps store atau klik disini

Komentar (37)

    0       0

    ngaku-ngaku buaya...kok menangis ..kalo mbah surip masih ada pasti bilang air mata buaya..haa..haa..haa.

    0       0

    Dulu Buaya di BURU dan DIBUNUH karena SERING MENYERANG MANUSIA DAN HEWAN, kalo BUAYA nya MATI KULITNYA dijual Jadi SEPATU-TAS-PAKAIAN tapi BUAYA YANG ini Hobinya Nyerang CICAK eeh... PIKIR BUAYA CICAK gak bakal MELAWAN, ternyata BUAYA SALAH PERHITUNGAN SAUDARA-SAUDARA ternyata CICAK nya BUKAN CICAK BIASA dia BERANI MENYERANG BALIK BUAYA Sampai Buaya mengeluarkan AIR MATANYA yaitu AIR MATA BUAYA saudara-saudara... dan saya BERDO'A semoga BUAYA-BUAYA ITU MATI karena akan saya ambil TANGKURnya akan saya jadikan OBAT KEJANTANAN, DAGINGnya akan saya JUAL JADI SOP BUAYA...Haaaa....haaaa...tapi BUAYA YANG LAIN KEMANA YA....apalagi TIARAP.....

    0       0

    wahai penjabat "indonseia yang mewakili rakyat kecil.gimana klo kelakuan xian ky gini yang selalu mementingkan kantong pribadi,sedang kan sdh lumayan hidup berkecukupan,liat kami yang kaum miskin yang serba kekurangan untuk makan sehari",rubah lah perilaku Xian,bangkitkan bangsa ini,yang bersemboyan keadilan sosial bagi seluruh bangsa indonesia

    0       0

    SBY luar biasa, lebih canggih dari Soeharto. Kepolisian, Kejaksaan,Kehakiman,DPR & MPR sudah dibawah kendali, tinggal KPK & MK yg belon. Setelah KPK hancur, MK berikutnya. LANJUTKAN.....,Tapi kalo dulu pilih Mega atau JK, kayaknya hasilnya sama saja...Dasar Negeri Bedebah...maju kena mundur kena... Sadarlah para pemimpin..2012 sudah dekat, tidak ada gunanya anda menimbun harta yg tidak halal...

    0       0

    sodara-sodaraku,
    sekarang cepatcepatlah bertobat maut itu tak tahu kapan datang. Jangan pada cepet-cepetan ngelak dan berargumen biar orang lain percaya. Ingat Allah Maha segalanya.


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan