close

Pemeriksaan Media Perkeruh Suasana

Sabtu, 21 November 2009 | 08:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemanggilan pimpinan harian Kompas dan Seputar Indonesia (Sindo) oleh Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Jumat (20/11), menuai kecaman dari berbagai kalangan. Protes juga diwujudkan dalam aksi solidaritas di sejumlah tempat.

"Kebebeasan pers perlu dijaga dan dipertahankan. Tidak pada tempatnya media dipanggil-panggil untuk urusan pemberitaan," kata Ketua Fraksi Partai Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum dalam pesan singkatknya kepada Tempo, Jumat (20/11). "Memanggil wartawan adalah tindakan yang tidak tepat dan justru memperkeruh suasana."

Menurut surat polisi yang ditujukan kepada Kompas dan Sindo, kedua pimpinan media dipanggil berdasarkan laporan polisi pada 30 Oktober dan 2 November. Pada tanggal itu, menurut catatan Tempo, Anggodo Widjojo, adik buron Anggoro Widjojo, dan Indra Sahnun Lubis, pengacara Bonaran Situmeang, membuat laporan ke polisi.

"Jangan sampai polisi mau diperalat oleh Anggodo. Pemanggilan ini tidak tepat dan tidak beralasan," kata Ketua DPD Irman Gusman.

Menurut dia, mereka yang tak puas atas pemberitaan bisa menggunakan hak jawab. "Jangan menggaruk yang tidak gatal, ini bisa menimbulkan iritasi baru," ujar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin.

Direktur Imparsial Rachland Nashidik menilai pemanggilan media akan menurunkan kredibilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, Yudhoyono pernah menyatakan bahwa pers yang kebablasan lebih baik daripada pers yang dikekang.

"Pemanggilan ini merupakan pengingkaran Yudhoyono atas ucapannya sendiri," kata dia. "Panggilan itu salah, menantang, dan melanggar kebebasan pers."

Janji Yudhoyono untuk mendorong sengketa pers lewat hak jawab juga diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara. Jika hak jawab tidak memuaskan, mereka bisa mengadu ke Dewan Pers. Jika mereka belum juga puas, baru diselesaikan lewat proses hukum. "Itu janji Presiden, tolong Kapolri hormati itu," kata Leo.

 

AMIRULLAH l ANTON S l TITTO S l ALWAN R l WIYANA  l BASUKI R   
 

  • Share on Facebook

Komentar Anda [4] :

  • Polisi

    kenapa Polri kq semakin aneh ya, apa benar seperti sepotong lirik lagu franky and jine,yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan

  • !!!!!!

    POLRI/KAPOLRI/Susno Duji ternyata berdarah dingin dan perasaannya invalide alias sudah koit begitupun Jaksa Agung(tidak agung!??)

  • Mau kemana porlri...........

    ...Polri oh Polri....mau kemana para pimpinan bayangkara negara ini membawa Polri......

  • Kurang kerjaan apa ??

    Polri ini kelihatannya semakin panik. Apa relevansinya memanggil Pemred media, kenapa tidak panggil sumber beritanya aja sekalian ? Sadarlah segala ketidak jujuran, bagaimanapun coba ditutup-tutupi atau direkayasa, suatu saat pasti akan ketahuan. Jadi sadarlah Polri..........!

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan