Antasari Disadap di Rumah Sigid
Kamis, 26 November 2009 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, dengan terdakwa Antasari Azhar, saksi Karno, pelayan pengusaha media Sigid Haryo Wibisono, mengatakan perekaman pembicaraan antara Antasari dan Sigid di rumah Sigid telah direncanakan sebelumnya."No (Karno) tolong, Pak Antasari mau datang tolong bantuin alat perekam, nyalain," kata Karno mengenang permintaan Setio Wahyudi, sekretaris Sigid, dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/11).
Menurut Karno, ada dua alat perekam yang dipakai. Satu perekam diletakan di bawah meja dan satu lagi di dekat televisi di ruang kerja Sigid di Jalan Pati Unus 35 Jakarta.
"Saya (menyalakan perekam) yang dekat televisi," ujar Karno. Sementara Wahyudi menyalakan rekaman yang ada di bawah meja. Perekaman itu dilakukan pada pertemuan Antasari dan Sigid pada bulan Januari 2009 lalu.
Dari keterangan Karno, kuasa hukum Antasari menduga ada kesengajaan Sigid dalam merekam pertemuan itu. "Apa tujuan melakukan perekaman. Motifnya apa di dalam perekamanan itu," ujar kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang.
Menurut Juniver, sejak awal Antasari telah dijadikan target dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. "Memang sejak awal Pak Antasari sudah menjadi target oleh orang tertentu," tuturnya.
Sementara itu, sidang terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin lainnya, Jerry Hermawan Lo, kembali ditunda karena jaksa tidak bisa menghadirkan saksi. Bahkan, dalam surat undangan saksi oleh jaksa tidak ada tanda tangan saksi yang membuktikan bahwa saksi telah menerima undangan.
Dalam pembelaannya, Jerry mengatakan tidak terlibat pembunuhan Nasrudin sesuai keterangan Eduardus Noe Ndopo Mbete. "Edo bilang saya hanya mempertemukan (Edo dengan Wiliardi Wizar) saja dan tidak ikut campur," ujarnya.
Antasari, Sigid dan Wiliardi Wizar diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin. Nasrudin tewas tertembak mati usai bermain golf di Padang Golf Moderland, Cikokol, Tangerang, 14 Maret 2009.
AGUNG SEDAYU | ERWIN Z





Komentar Anda :