Marissa Haque Fawzi Seperti Pemulung Buku
Senin, 06 Oktober 2008 | 08:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rumah besar dan asri ternyata masih belum membuat nyaman Marissa Haque Fawzi, 46 tahun. "Buku-buku saya masih terserak di banyak ruangan," ujar mantan bintang film yang kini bergiat sebagai politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.
Sebetulnya calon doktor ilmu lingkungan Institut Pertanian Bogor ini bukan tak punya perpustakaan pribadi. Tempat itu sudah sesak. Ruang keluarga di lantai 2 rumahnya, yang berhadapan dengan kedua kamar putrinya, pun sudah disulap Marissa menjadi perpustakaan terbuka. Eh, masih belum cukup juga. Walhasil, satu kamar tidur untuk tamu di lantai bawah pun harus dititipi tumpukan buku. Selesai? Tunggu dulu!
"Coba lihat kamar tidurku," katanya sembari menunjukkan ruang pribadinya itu kepada Tempo, Jumat pekan lalu. Astaga, di ruang itu pun bukit-bukit buku menjulang di beberapa bagian. Konon, hal ini membuat suaminya, Ikang Fawzi, sempat geleng-geleng kepala. "Yang gue nikahi ini bintang film atau pemulung sih?" kata Marissa mengulangi komentar Ikang, sembari tertawa lebar.
Topik buku-buku itu beragam. Maklum, pendidikan formal wanita berdarah India, Belanda, Prancis (ayah), dan Madura (ibu) ini juga beragam. Setelah mendapat gelar sarjana hukum dari Universitas Trisakti, Marissa menekuni bidang psikolinguistik di Pascasarjana Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Sebagai tugas akhirnya, Marissa, yang pernah memerankan penyandang tunarungu pada film Matahari Matahari--yang mengantarnya meraih gelar aktris terbaik pada Asia-Pacific Film Festival ke-62 di Taipei, 1987--mengambil topik pembelajaran bahasa Inggris untuk tunarungu. Tulisannya itu kini sudah diterbitkan dalam bentuk buku berjudul Bahasa Kasih: Memahami Masalah Ketunarunguan. Belum lagi topik-topik ilmu politik dan kesusastraan.
Sempat menghitung berapa jumlah judul koleksi bukunya? "Itu yang belum sempat, tapi mungkin sudah 5.000-an judul," dia mengingat-ingat. Nah, ini sudah masuk kategori "pemulung kelas berat" kalau begitu.
Akmal Nasery Basral
Topik :
- Selamat menjadi penulis esei marissa haque
Selamat Menjadi Penulis Esei Marissa Haque, saya caba tulisanmu di blogdetik.com. Komentar saya: BAGUS!
-- Eep Saefuloh Fatah, Jakarta Selatan, 14/12/2008 21:22:54 wib
- Perempuan tangguh seperti anda.marissa haque
Ratu Atut berambisi besar dan menghalalkan segala cara buat jadi GUbernur Banten termasuk 16 bulan menjadi sarjana ekonomi dari FE Universitas Borobudur Kalimalang, Jaktim. Benar adanya!!! Marissa Haque bukan orang bodoh yang tak dapat membuktikan. Terdata Saya tadi dikasih lihat sama teman dari Komp[as Cyber. Saya sampai geleng-geleng kepala melihat kejorokan kejahatan ijazah paslu Ratu Atut Chosiyah dari FE Universitas Borobudur Jaktim, dia masuk Jan 2003 dan skripsi selesai diuji Mei 2004 gila!
-- Rina Antasarinah, Samarinda, 21/11/2008 21:17:05 wib
- Aku bangga kali sama perempuan satu ni!
Aku ketemu sama Marissa Haque dipesawat Garuda saat landing di Medan. Cantik kali perempuan satu itu. Kalau saja tak ada Ikang Fawzi, aku kejar dia dan aka kau kawini perempuan pembawa rezeki Marissa Haque itu. Beruntung kali Ikang Fawzi dapat bibi bagus seperti itu.
-- Brandon Panjaitan, Deli Serdang, 21/11/2008 19:50:41 wib
- Selamat menjadi doktor lingkungan hidup mbak marissa haque
Kami kelompok pecinta Lingkungan Hidup Gunung Ceremai dai IPB Bogor mengucapkan selamat kepada mbak Marissa Haque yang baru-baru ini telah mendapatkan gelar resmi Doktor Hukum Lingkungan Hidupnya. Semoga cepat dapat menggantikan MS Kaban adik kelas mbak yang korup dan pencuri kayu hutan itu namun didiamkan oleh Presiden SBY.
-- Pecinta Lingkungan Hidup, Bogor, 01/11/2008 15:00:32 wib
- Green radio for marissa haque dijhati clara kompas
Marissa Haque keturunan NU sejati tahu!!! Yang nulis komentar pertama itu namanya CLARA dari Kompas. Dari dulu dia sirik sama Bunda Marissa, karena dia Katolik dan PDIP sejati. Dia sirik kalau ada kader PDIP ISlamnya bagus dan bermasa depan jadi pemimpin Indonesia. Saya anakasuh Bunda MArissa protes kalau dikatakan Bunda Marissa perbah masuk jadi kader PKS. Tidak!!! Karena PKS alirannya WAHABI dan Bunda Marissa sangat NU dengan aliran Ahlulu Sunnah wal Jamaah. Faham Clara!
-- Dinda Habib Alkaff, Serang, Banten, 01/11/2008 11:21:47 wib




Komentar Anda (9) :